Bitcoin (BTC) akan memasuki September, bulan yang secara historis dikenal kurang bersahabat bagi pasar aset berisiko. Fenomena yang kerap disebut September Effect ini juga pernah terlihat jelas pada pergerakan Bitcoin.
Berdasarkan analisis XWIN Japan yang dipublikasikan melalui CryptoQuant, Bitcoin mencatat return negatif setiap September selama enam tahun berturut-turut pada periode 2017–2022.
Namun, tren tersebut mulai berubah setelah BTC membukukan return positif pada September 2023, 2024, dan 2025.
September Secara Historis Jadi Bulan Lemah bagi Pasar
September juga memiliki catatan historis yang lemah bagi pasar saham AS.
Berdasarkan analisis XWIN Japan, rata-rata return S&P 500 pada September selama periode 1976–2025 tercatat sekitar -0,8%, dengan penurunan terjadi pada sekitar 55% periode tersebut.
XWIN Japan menyebut pola ini dapat dipengaruhi oleh rebalancing portofolio menjelang akhir kuartal.