Chairman Bitmine, Tom Lee memprediksi Ethereum (ETH) berpeluang mencetak all-time high (ATH) baru di atas $5.000 pada 2026. Target tersebut akan membawa ETH melewati rekor tertingginya di $4.953 yang tercatat pada Oktober 2025.
Dengan asumsi kurs pada Kamis (25/9), harga $5.000 setara sekitar Rp89,5 juta per ETH. Salah satu katalis yang disoroti Lee adalah semakin luasnya tokenisasi aset Wall Street menggunakan infrastruktur Ethereum.
Prediksi tersebut muncul setelah Ethereum mencatat kenaikan 64% dari level terendah 2026 pada Juni, dari sekitar $1.500 hingga sempat mencapai $2.800.
Tom Lee Sebut Tokenisasi Jadi Katalis Ethereum
Dalam wawancara dengan Coinage, Lee menilai semakin banyak aset tradisional yang dipindahkan ke jaringan blockchain dapat menjadi katalis besar bagi Ethereum.
Proses ini dikenal sebagai tokenisasi, yakni mengubah representasi kepemilikan aset seperti saham menjadi token digital yang dapat ditransaksikan melalui blockchain.
Menurut Lee, penggunaan Ethereum untuk tokenisasi bukan hanya berkaitan dengan biaya transaksi. Ia menyoroti keamanan dan likuiditas Ethereum sebagai faktor yang mendukung pemanfaatan jaringan tersebut.
Untuk mencetak ATH baru, ETH perlu melampaui rekor $4.953 yang tercatat pada Oktober 2025. Target di atas $5.000 yang disampaikan Lee berarti Ethereum harus menembus level tertinggi tersebut.
Lee memperkirakan masuknya kelompok investor baru ke pasar crypto dapat membedakan siklus saat ini dengan periode sebelumnya. Selain tokenisasi, ia menyebut perkembangan regulasi yang mendukung crypto serta aplikasi yang menggabungkan AI dan aset digital sebagai bagian dari skenario tersebut.
Bitmine yang dipimpin Lee juga terus menambah kepemilikan ETH sejak menjalankan strategi treasury pada Juni tahun lalu. Perusahaan tersebut kini mendekati target untuk mengakumulasi 5% dari seluruh ETH yang beredar.