Bitcoin (BTC) mulai mendapat tempat khusus dalam portofolio investor institusi. Survei Bitwise terhadap 15 institusi besar menemukan sebagian besar responden pemilik crypto melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai, bahkan kerap memasangkannya dengan emas.
Survei dilakukan pada akhir Maret hingga April 2026, ketika Bitcoin diperdagangkan sekitar $75.000. Responden mencakup dana pensiun publik, sovereign wealth fund, yayasan, konsultan investasi, perusahaan publik, hingga multi-family office yang mengelola aset dari ratusan juta hingga puluhan miliar dolar.
“For most institutions we interviewed, bitcoin and gold now travel together. Especially for those concerned about fiat debasement, bitcoin is a central part of the equation,” tulis CIO Bitwise Matt Hougan dan Head of Research Ryan Rasmussen.
Bitcoin Mulai Dipandang sebagai Penyimpan Nilai
Menurut Bitwise, sebagian besar institusi pemilik crypto melihat Bitcoin sebagai penyimpan nilai dengan potensi kenaikan besar. BTC juga kerap dipasangkan dengan emas sebagai perlindungan terhadap penurunan daya beli mata uang fiat.
Namun, cara institusi menempatkan Bitcoin dalam portofolio belum seragam. Salah satu institusi memasukkan BTC ke kategori emas, sementara responden lain masih menempatkan aset crypto dalam kelompok investasi teknologi, inovasi, atau venture.
Salah satu dana pensiun, misalnya, menempatkan crypto bersama investasi inovasi lain seperti AI, ilmu hayati, dan teknologi antariksa. Ada pula yayasan yang memandang seluruh aset crypto sebagai teknologi disruptif, bukan penyimpan nilai.