Strategy, institusi asal Amerika Serikat sekaligus perusahaan publik pemilik Bitcoin terbesar di dunia, kembali membeli 1.665 Bitcoin (BTC) senilai US$142,7 juta pada periode 21–27 September 2026. Transaksi dilakukan dengan harga rata-rata US$85.681 per BTC.
Pembelian tersebut membawa kepemilikan Strategy menjadi 847.666 BTC. Di tengah akumulasi terbaru, analis crypto Zaid menilai peluang perusahaan mencapai 1 juta Bitcoin pada akhir 2026 masih terbuka, meski membutuhkan percepatan pembelian yang signifikan.
Secara keseluruhan, Strategy telah mengeluarkan sekitar US$63,95 miliar untuk mengakumulasi Bitcoin dengan harga rata-rata US$75.437 per BTC.
Executive Chairman Strategy Michael Saylor mengonfirmasi pembelian terbaru melalui akun X pribadinya. Ia sekaligus mengungkap posisi aset dalam denominasi dolar AS perusahaan per 27 September 2026.
Aksi terbaru menjadi pembelian Bitcoin mingguan kedua secara beruntun setelah Strategy mengakuisisi 950 BTC pada pekan sebelumnya.
Dengan demikian, perusahaan telah menambahkan 2.615 BTC dalam dua pekan terakhir, sekaligus mencatat pembelian mingguan berturut-turut pertamanya sejak Juni.
Strategy Jual Saham MSTR untuk Danai Pembelian BTC
Dana untuk pembelian terbaru berasal dari penjualan saham biasa MSTR melalui program at-the-market (ATM).
Berdasarkan laporan kepada Securities and Exchange Commission (SEC) yang dilansir dari Coingape, Strategy menjual sekitar 1,46 juta saham MSTR dan memperoleh dana bersih US$246,2 juta.
Selain untuk membeli Bitcoin, US$103,5 juta dari dana tersebut digunakan untuk mendanai sebagian pembelian kembali saham preferen STRC.
Strategy membeli kembali sekitar 1,5 juta saham STRC senilai US$151,7 juta, sementara sisa kebutuhan dananya berasal dari USD Cash Pool perusahaan.
STRC merupakan Variable Rate Series A Perpetual Stretch Preferred Stock. Strategy memiliki kebijakan untuk melakukan buyback ketika instrumen tersebut diperdagangkan di bawah nilai nominal US$100 per saham.