Bitcoin dan Ethereum sama-sama mencatat return positif sepanjang Q3 2026, tetapi kali ini Ethereum membukukan kenaikan yang lebih tinggi.
Berdasarkan data CoinGlass, ETH naik 70,8%, sedangkan BTC menguat 42,71% selama kuartal ketiga. Selisih return keduanya mencapai 28,09 poin persentase.
Meski Ethereum unggul pada periode Juli – September 2026, data historis menunjukkan performa kuartalan kedua aset tersebut dapat berubah signifikan dari tahun ke tahun.
Ethereum menutup Q3 2026 dengan return +70,8%, melanjutkan performa positif Q3 2025 yang mencapai 66,55%. Capaian tahun ini sekaligus menjadi return Q3 tertinggi ETH dalam data CoinGlass sejak 2020, ketika kenaikannya mencapai 59,5%.
Bitcoin juga mencatat Q3 yang kuat dengan return +42,71%. Angka tersebut menjadi performa Q3 BTC tertinggi sejak 2017, ketika aset tersebut membukukan kenaikan 80,41%.
Dengan demikian, jika perbandingan hanya menggunakan return Q3 2026, Ethereum mencatat kenaikan lebih besar. Namun, angka ini menggambarkan performa historis selama satu kuartal dan bukan indikator bahwa ETH akan terus mengungguli BTC pada periode berikutnya.
Rekam Jejak Q3 Bitcoin vs Ethereum
Performa kuartal ketiga Bitcoin cukup beragam dalam beberapa tahun terakhir. BTC turun 11,54% pada Q3 2023, kemudian naik 0,96% pada 2024 dan 6,31% pada 2025 sebelum melonjak 42,71% pada 2026.
Ethereum menunjukkan pola yang lebih volatil. ETH turun 13,64% pada Q3 2023 dan 24,19% pada 2024, kemudian berbalik naik 66,55% pada 2025 dan 70,8% pada 2026.
Data CoinGlass juga mencatat rata-rata return Q3 Bitcoin sebesar 8,67%, dengan median 2,29%. Sementara itu, Ethereum memiliki rata-rata Q3 13,20% dan median 9,87% berdasarkan periode historis yang tersedia pada tabel.wwbola