Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Review C-Chain vs X-Chain Avalanche: Fungsi dan Perbedaannya

Posted on October 5, 2026

Avalanche memiliki arsitektur yang berbeda dari blockchain yang hanya mengandalkan satu chain untuk berbagai aktivitas. Di dalam Avalanche Primary Network, terdapat C-Chain, X-Chain, dan P-Chain yang masing-masing menjalankan fungsi berbeda.

Dua di antaranya, C-Chain dan X-Chain, sering muncul ketika pengguna berinteraksi dengan AVAX. C-Chain berfokus pada smart contract dan aplikasi berbasis Ethereum Virtual Machine (EVM), sedangkan X-Chain dirancang untuk operasi aset digital melalui Avalanche Virtual Machine (AVM).

Perbedaan tersebut membuat C-Chain vs X-Chain Avalanche tidak tepat dilihat sebagai persaingan untuk menentukan chain mana yang lebih baik. Keduanya justru dibuat untuk kebutuhan berbeda, mulai dari arsitektur, jenis transaksi, format alamat, dukungan wallet, hingga penggunaan smart contract.

Review ini membandingkan C-Chain dan X-Chain berdasarkan fungsi, virtual machine, model transaksi, dukungan smart contract, format alamat, wallet, transfer AVAX, serta perubahan teknis terbaru hingga 2026. Dengan memahami perbedaannya, kamu dapat mengetahui mengapa Avalanche memisahkan fungsi tersebut ke dalam blockchain yang berbeda.

Apa Itu C-Chain dan X-Chain dalam Avalanche?
C-Chain dan X-Chain adalah dua blockchain bawaan dalam Avalanche Primary Network yang memiliki fungsi berbeda. C-Chain dirancang untuk menjalankan smart contract berbasis EVM, sedangkan X-Chain berfokus pada pembuatan, pengelolaan, dan transfer aset digital melalui AVM.

Primary Network sendiri terdiri dari tiga chain. Selain C-Chain dan X-Chain, terdapat P-Chain atau Platform Chain yang menangani aktivitas pada level platform seperti validator, staking, dan operasi Avalanche L1.

Pemisahan tersebut berarti C, X, dan P bukan sekadar pilihan network berbeda yang menampilkan AVAX yang sama. Masing-masing menjalankan virtual machine dan memiliki tanggung jawab tertentu di dalam arsitektur Avalanche.

C-Chain atau Contract Chain menggunakan Coreth, implementasi EVM milik Avalanche. Kompatibilitas tersebut memungkinkan C-Chain menjalankan smart contract Solidity dan berbagai aplikasi Web3 yang menggunakan ekosistem tooling EVM.

Sementara itu, X-Chain atau Exchange Chain menggunakan Avalanche Virtual Machine. Chain ini menangani operasi pada Avalanche Native Tokens, termasuk pembuatan dan transfer aset. AVAX merupakan salah satu aset yang dapat digunakan pada X-Chain.

Pembagian fungsi tersebut menjadi dasar mengapa pengalaman menggunakan kedua chain bisa sangat berbeda. Untuk melihat perbedaannya secara lebih jelas, kita dapat memulainya dari C-Chain.wwbola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Review C-Chain vs X-Chain Avalanche: Fungsi dan Perbedaannya
  • Bitcoin vs Ethereum di Q3 2026: Mana yang Lebih Unggul Kali Ini?
  • Crash 10.10 Masih Menghantui, Bitcoin Pernah Anjlok $17.000 dalam Hitungan Jam
  • China Bisa Kembali Buka Ruang Bagi Crypto, Ini Kata CEO Solana Company
  • Sejarah Bitcoin Ungkap Sinyal Menarik untuk BTC pada Tahun 2027

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme