Dalam pertandingan nanti malam, Indonesia lolos sebagai juara Grup A dengan 7 poin dari tiga pertandingan, mencetak 11 gol dan kebobolan dua kali sementara Thailand memuncaki Grup B dengan 6 poin, 7 gol, dan dua kali kebobolan.
Di luar persaingan di lapangan, Indonesia dan Thailand ternyata memiliki jejak terkait sepak bola dengan Web3 dan blockchain.
Thailand Bawa Edukasi Blockchain ke Turnamen Sepak Bola
Persinggungan sepak bola dan blockchain di Thailand terlihat pada LALIGA Youth Tournament 2026 yang digelar di FA Thailand High Performance Training Center pada Februari lalu.
Turnamen tersebut diikuti 86 tim muda dari delapan negara, termasuk Thailand, China, Jepang, dan India. Dalam ajang itu, program Blockchain4Youth hadir dengan pendekatan yang menghubungkan pengembangan generasi muda dengan literasi digital dan teknologi baru.
Aktivitasnya tidak menjadikan blockchain sebagai bagian dari pertandingan. Teknologi ini ditempatkan dalam konteks edukasi dan pengenalan teknologi kepada generasi muda di tengah kegiatan sepak bola.
Indonesia Punya Game Sepak Bola Berbasis Web3
Indonesia memiliki pendekatan berbeda melalui Garuda Eleven (G11) Metaleague, permainan football manager karya pengembang lokal yang menggabungkan konsep Web3, blockchain, dan NFT.
G11 melakukan soft launching pada Februari 2023 setelah diperkenalkan pada Desember 2022. Saat itu, sekitar 54.000 user ID disebut telah melakukan pra-registrasi.
Dalam konsep permainannya, pengguna dapat membangun tim dengan karakter berdasarkan posisi pemain dan meningkatkan kemampuan melalui academy. Karakter dalam permainan juga dirancang dapat diperoleh melalui NFT.
Roadmap yang dipublikasikan saat itu bahkan mencantumkan rencana ekspansi ke negara-negara ASEAN serta pengembangan versi iOS dan Android hingga 2025 lalu.wwbola