Ripple mengumumkan tiga kerja sama institusional dalam sehari dengan Meritz Securities, Paxos, dan Canton Network. Namun, harga XRP justru turun sekitar 9% dalam sepekan, meskipun ekspansi bisnis Ripple terus berlanjut.
Harga XRP pada Jumat (9/10) berada di $1,39, melemah sekitar 0.98% dalam 24 jam dan 63% dari puncaknya pada Juli 2025.
Perbedaan antara perkembangan bisnis Ripple dan permintaan terhadap XRP menjadi perhatian karena tidak semua layanan Ripple membutuhkan penggunaan token XRP.
Ripple Gandeng Meritz dan Canton, Apa Bentuk Kerja Samanya?
Ripple menjalin kerja sama dengan Meritz Securities, perusahaan sekuritas asal Korea Selatan, untuk menjajaki layanan tokenisasi aset dan Ripple Custody.
Namun, Meritz belum mengumumkan jadwal peluncuran, nilai komitmen investasi, maupun jenis aset yang akan digunakan dalam layanan tersebut.
Sebelumnya, Ripple juga bekerja sama dengan Kyobo Life pada April 2026 untuk menguji penyelesaian transaksi obligasi pemerintah yang ditokenisasi menggunakan layanan kustodian dan pembayaran stablecoin.
Sementara itu, kerja sama dengan Canton Network memungkinkan Ripple Custody mendukung penyimpanan Canton Coin (CC) dan aset lain di jaringan tersebut.
Kedua kerja sama ini memperluas layanan Ripple bagi institusi, tetapi tidak secara langsung membutuhkan transaksi XRP.
Paxos Jadi Satu-satunya Kerja Sama yang Melibatkan XRP
Berbeda dari Meritz dan Canton, Paxos menambahkan XRP ke layanan perdagangan dan kustodian institusionalnya.
Integrasi tersebut memungkinkan bank, perusahaan fintech, dan broker yang menggunakan layanan Paxos menawarkan pembelian, penyimpanan, serta transfer XRP tanpa membangun infrastruktur sendiri.
Meski demikian, tersedianya XRP dalam layanan Paxos tidak berarti seluruh mitranya wajib membeli token tersebut.
Paxos juga belum mengungkap jumlah klien yang menggunakan layanan XRP, volume perdagangan, maupun biaya transaksi yang dihasilkan.wwbola