Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan memindahkan Bitcoin (BTC) senilai US$1,01 miliar atau sekitar Rp17,78 triliun pada Kamis (8/10/2026).
Transaksi tersebut memicu kekhawatiran aksi jual ketika harga Bitcoin sedang melemah sekitar 3%.
Melansir BeInCrypto, data Arkham Intelligence menunjukkan dua transaksi keluar dari dompet yang terkait dengan aset sitaan kasus peretasan Bitfinex pada 2016.
Namun, belum ada bukti penjualan karena alamat tujuan tidak teridentifikasi sebagai exchange crypto.
Pergerakan aset dalam jumlah besar dari dompet pemerintah menjadi perhatian karena transaksi serupa sebelumnya pernah diikuti pemindahan Bitcoin ke platform perdagangan.
Pada Desember 2024, misalnya, pemerintah AS memindahkan Bitcoin senilai US$1,92 miliar. Proses tersebut diawali transaksi percobaan senilai US$100, sebelum sekitar 10.000 BTC dikirim ke Coinbase Prime.
Meski demikian, tujuan transfer pada 8 Oktober 2026 belum menunjukkan pola yang sama.
Harga Bitcoin Turun ke US$81.300
Di tengah kabar tersebut, Bitcoin diperdagangkan di sekitar level US$82.000 pada Jumat (9/10/2026), turun sekitar 0,41% dalam sehari.
Sumber Gambar: CoinMarketCap
Tekanan harga sebenarnya telah berlangsung sebelum perpindahan aset pemerintah AS terungkap.
Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak turut membebani aset berisiko, termasuk cryptocurrency.
Karena itu, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa transaksi pemerintah AS menjadi penyebab langsung penurunan Bitcoin.wwbola