Executive Chairman Strategy, Michael Saylor, menyatakan Bitcoin (BTC) telah memasuki awal fase bull market dan berpotensi kembali menembus US$100.000 setelah mengalami tekanan harga dalam beberapa bulan terakhir.
Melansir CoinGape pada Rabu (14/10/2026), Saylor menilai perbaikan regulasi, meningkatnya adopsi perbankan, dan permintaan institusional menjadi faktor utama yang dapat mendorong pemulihan harga Bitcoin.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara Bloomberg pada Selasa (13/10/2026), ketika Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$83.000, sekitar 34% di bawah rekor tertingginya pada Oktober 2025.
Michael Saylor Prediksi Bitcoin Kembali Tembus US$100.000
Menurutnya, pemulihan Bitcoin ke kisaran US$80.000 menjadi salah satu indikasi bahwa tekanan pasar mulai mereda. Ia memperkirakan harga BTC dapat kembali melampaui US$100.000, meski tidak menyebutkan target waktu tertentu.
Saylor juga memproyeksikan pertumbuhan tahunan Bitcoin sebesar 20% hingga 30% dalam beberapa tahun mendatang. Namun, angka tersebut merupakan perkiraan jangka panjang, bukan jaminan keuntungan bagi investor.
Adopsi Bank Jadi Pendorong Bull Market Bitcoin
Saylor menilai perubahan kondisi pasar dan meningkatnya keterlibatan lembaga keuangan dapat memperkuat prospek Bitcoin.
Regulasi yang semakin mendukung serta perluasan layanan aset digital oleh perbankan dinilai mampu meningkatkan permintaan Bitcoin dari investor institusional.
Selain itu, Saylor melihat peluang pertumbuhan produk keuangan berbasis Bitcoin, termasuk digital credit, seiring meningkatnya integrasi aset digital dengan sistem keuangan tradisional.
Optimisme tersebut muncul setelah Bitcoin mengalami koreksi tajam dari rekor tertinggi US$126.251 pada Oktober 2025. Pasar juga sempat menghadapi likuidasi posisi leverage sekitar US$19 miliar setelah pencapaian rekor tersebut.wwbola