Harga Bitcoin (BTC) kembali mendekati US$84.000 pada perdagangan Selasa (13/10/2026), setelah mencatat kenaikan sekitar 2%. Namun, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi menghambat kenaikan harga Bitcoin.
Melansir Cointelegraph, Bitcoin sempat diperdagangkan di sekitar US$83.800 saat Wall Street dibuka. Penguatan ini terjadi ketika pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan tajam, sementara indeks saham utama AS relatif bertahan.
Bitcoin Dekati US$84.000, Resistance Masih Kuat
Data TradingView menunjukkan Bitcoin mempertahankan sebagian besar kenaikan yang terbentuk selama perdagangan sebelumnya. Namun, harga BTC masih tertahan di sekitar resistance US$84.000.
Berdasarkan data CoinGlass, konsentrasi likuiditas pada order book bursa di sekitar level tersebut menjadi salah satu hambatan bagi kenaikan harga.
Jika Bitcoin mampu menembus resistance dengan dukungan volume perdagangan, peluang kenaikan lanjutan dapat terbuka. Sebaliknya, kegagalan melewati level tersebut berpotensi memicu konsolidasi harga.
Selain hambatan teknikal, kondisi makroekonomi turut membayangi pergerakan Bitcoin.wwbola