Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh tercatat menghadiri forum tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia di Bangkok, Thailand pada Jumat (16/10).
Dalam pidatonya, Kevin Warsh belum memberikan kepastian mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga AS pada pertemuan FOMC yang dijadwalkan pada 27 – 28 Oktober 2026.
Warsh menegaskan bahwa keputusan kebijakan moneter akan ditentukan melalui rapat resmi, bukan diumumkan lebih awal.
Dilansir dari CNBC, pernyataan tersebut disampaikan dalam sesi diskusi bersama Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, ketika pasar masih mencermati inflasi AS dan arah suku bunga berikutnya.
Warsh menolak memberikan petunjuk mengenai keputusan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Oktober maupun Desember 2026.
Ia menegaskan tidak ingin mendahului keputusan rapat dan memilih membiarkan pasar menilai data ekonomi yang tersedia.
Sikap tersebut mencerminkan pendekatan baru The Fed yang mengurangi penggunaan forward guidance, yaitu petunjuk mengenai kemungkinan arah kebijakan suku bunga di masa depan.
Sebelumnya, The Fed menaikkan suku bunga menjadi 3,75% – 4% pada September 2026, kenaikan pertama sejak 2023.
Menurut data CME FedWatch dalam laporan CNBC, pasar memperkirakan hasil rapat FOMC 27–28 Oktober, suku bunga berpeluang dipertahankan sebesar 72,3%.
Sementara itu, ekonom Goldman Sachs memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga pada Oktober sebelum melakukan satu kenaikan terakhir pada Desember.
Inflasi dan Pengetatan Moneter Global Jadi Sorotan
Warsh juga menyoroti pengetatan kebijakan moneter yang berlangsung secara bersamaan di berbagai negara untuk menghadapi tekanan inflasi.
Menurutnya, bank sentral mengambil keputusan berdasarkan mandat masing-masing, tetapi banyak negara kini menghadapi kebutuhan serupa untuk mengendalikan kenaikan harga.
Tekanan tersebut turut dipengaruhi kenaikan biaya energi akibat perang Iran dan peningkatan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kondisi ini membuat biaya pinjaman meningkat, sementara utang publik global diperkirakan melampaui 100% dari produk domestik bruto (PDB) dunia.wwbola