Google mencatat terobosan dalam pengembangan komputer kuantum setelah berhasil meningkatkan akurasi pembuatan magic states hingga 99,99% menggunakan prosesor Willow.
Pencapaian ini kembali memunculkan perhatian terhadap keamanan blockchain, terutama sistem kriptografi yang digunakan untuk melindungi aset digital.
Melansir Coinpedia, kemajuan tersebut turut menyoroti lima blockchain yang telah mengembangkan teknologi tahan kuantum, yakni Quantum Resistant Ledger (QRL), Algorand (ALGO), Abelian (ABEL), Mochimo (MCM), dan QANplatform (QAN).
Meski komputer kuantum belum mampu membobol keamanan Bitcoin, perkembangan teknologi Google menunjukkan pentingnya persiapan menghadapi ancaman kriptografi pada masa depan.
Google Quantum AI melaporkan keberhasilan mengembangkan teknik magic state cultivation pada prosesor Willow yang memiliki 105 physical qubits.
Teknik ini digunakan untuk menghasilkan magic states, yakni sumber daya khusus yang membantu komputer kuantum menjalankan perhitungan kompleks dengan tingkat kesalahan lebih rendah.
Melalui pendekatan tersebut, Google berhasil menekan tingkat kesalahan hingga sekitar satu dari 10.000, atau setara dengan akurasi 99,99%. Hasil ini menunjukkan penurunan kesalahan hingga 40 kali dibandingkan magic states yang belum melalui proses peningkatan kualitas.
Sebelumnya, proses pembuatan magic states dapat menghabiskan hingga 95% kapasitas komputasi kuantum. Kini, Google dilaporkan hanya menggunakan sekitar setengah dari 105 qubit fisik Willow untuk menjalankan proses tersebut.
Peningkatan efisiensi ini menjadi langkah penting dalam pengembangan komputer kuantum yang mampu menjalankan perhitungan lebih kompleks secara andal.
Apakah Komputer Kuantum Google Bisa Membobol Bitcoin?
Komputer kuantum berpotensi mengancam Elliptic Curve Cryptography (ECC), sistem kriptografi yang digunakan untuk mengamankan tanda tangan digital Bitcoin.
Namun, teknologi Google saat ini belum mampu membobol sistem tersebut. Menurut Coinpedia, diperlukan peningkatan skala komputasi hingga sekitar 100.000 kali untuk menjalankan serangan terhadap ECC.
Laporan tersebut juga memperkirakan kebutuhan 1.200 hingga 1.450 logical qubits yang stabil, jauh berbeda dari 105 physical qubits pada prosesor Willow.
Logical qubits menggunakan koreksi kesalahan agar perhitungan tetap stabil, sedangkan physical qubits merupakan komponen fisik penyusunnya. Karena itu, keduanya tidak dapat dibandingkan secara langsung.wwbola