Liputan6.com, Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) menunjukkan stabilitas dengan kecenderungan menguat. Berdasarkan data terbaru dari CoinMarketCap, pada Kamis pagi (5/6/2025), harga Bitcoin tercatat di kisaran USD 104.755,44 per koin.
Dengan asumsi kurs Rp16.261 per dolar AS, harga bitcoin tersebut setara dengan sekitar Rp1,70 miliar. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin mengalami penurunan sebesar 0,85%.
Volume perdagangan harian Bitcoin tercatat mencapai USD 44,71 miliar, sementara kapitalisasi pasar menyentuh angka USD 2,08 triliun. Dengan data tersebut, Bitcoin tetap kokoh di posisi teratas sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.
Hingga hari ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai 19.874.428 BTC, mendekati batas maksimum suplai yaitu 21 juta BTC.
Dominasi pasar Bitcoin juga mengalami peningkatan, mencapai 63,47%. Hal ini menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap BTC dibandingkan altcoin lainnya, terutama di tengah dinamika pasar kripto global yang masih fluktuatif.
Per 5 Juni 2025, Indeks Crypto Fear & Greed menunjukkan angka 62, mengindikasikan kondisi pasar dalam zona “Greed”. Data ini merefleksikan keyakinan pelaku pasar terhadap prospek positif pergerakan harga Bitcoin dalam jangka pendek.
Michael Saylor, Chairman Strategy (sebelumnya dikenal sebagai MicroStrategy), kembali memberi sinyal kuat perusahaannya masih agresif mengakumulasi Bitcoin.
Melansir Coinmarketcap, Rabu (4/6/2025), melalui unggahan terbaru di platform sosial X, ia mengindikasikan adanya pembelian beruntun selama delapan minggu berturut-turut, sesuatu yang sering ia lakukan sebagai “kode” sebelum pengumuman akuisisi resmi.
Hingga saat ini, Strategy tercatat memegang sekitar 580.250 BTC, yang saat ini bernilai sekitar USD 60,7 miliar atau setara Rp 989 triliun (asumsi kurs Rp 16.294 per dolar AS).
Jumlah ini menjadikan Strategy sebagai pemegang Bitcoin korporat terbesar di dunia, dengan selisih yang sangat jauh dari perusahaan lainnya. Dalam pembelian terbarunya, Strategy diketahui menambahkan 4.020 Bitcoin senilai USD 427 juta, memperpanjang strategi akumulasi yang sudah berlangsung lebih dari lima tahun.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.