Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Michael Saylor Isyaratkan Strategy akan Beli Bitcoin Lagi

Posted on June 6, 2025

Michael Saylor, Chairman perusahaan teknologi Strategy yang dikenal fokus pada investasi Bitcoin, kembali mengisyaratkan aksi akumulasi BTC terbaru oleh perusahaannya, menandai minggu kedelapan berturut-turut Strategy melakukan pembelian Bitcoin dalam fase akumulasi yang makin agresif.

“Warna oranye adalah favorit saya,” tulis Saylor dalam postingan di X pada Minggu (1/6/2025), sambil membagikan tangkapan layar portofolio perusahaan.

Pada 26 Mei lalu, MicroStrategy resmi menambah 4.020 BTC senilai sekitar US$427 juta atau setara Rp7 triliun ke dalam portofolionya. Dengan penambahan ini, total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 580.250 BTC, menjadikannya entitas publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Angka ini bahkan melampaui gabungan kepemilikan BTC oleh pemerintah Amerika Serikat dan Tiongkok, menurut data dari Bitcoin Treasuries.

MicroStrategy Jadi Indikator Sentimen Institusi terhadap Bitcoin

MicroStrategy kini sering dianggap sebagai “proxy saham” untuk Bitcoin karena harga sahamnya sangat berkorelasi dengan pergerakan BTC. Bagi banyak pelaku pasar, perusahaan ini menjadi simbol adopsi institusional terhadap aset kripto, terutama karena strategi cadangannya yang sangat bergantung pada Bitcoin.

Menurut CEO CryptoQuant, Ki Young Ju, akumulasi agresif MicroStrategy telah mengubah dinamika pasar. Sementara laporan Cointelegraph melaporkan bahwa bank kripto Sygnum memperingatkan pembelian dalam skala besar oleh institusi bisa memicu kelangkaan pasokan atau dikenal sebagai supply shock, yang berpotensi mendorong harga Bitcoin ke level lebih tinggi.

Namun demikian, langkah MicroStrategy tidak lepas dari kritik. Sejumlah investor mempertanyakan keabsahan klaim kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan, terutama karena absennya audit Proof-of-Reserves (PoR) secara rutin. Beberapa pihak khawatir BTC yang dilaporkan hanya bersifat “Bitcoin di atas kertas”.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Saylor menyatakan bahwa audit cadangan secara terbuka justru berisiko bagi institusi besar. Proses ini dinilai dapat mengekspos alamat dompet perusahaan dan membuka celah terhadap pelacakan atau potensi serangan dari aktor jahat.

Transparansi tinggi yang melekat pada sistem blockchain publik memang sering dianggap sebagai penghambat utama bagi perusahaan besar untuk menjalankan operasional sepenuhnya secara on-chain.

“Tidak ada analis keamanan institusi yang akan menyarankan untuk mempublikasikan seluruh alamat wallet. Hal itu justru memungkinkan entitas tersebut untuk dilacak bolak-balik,” jelas Saylor dalam diskusi di konferensi Bitcoin 2025 pada 26 Mei 2025.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ethereum Mengincar Penembusan $2.500 Setelah Analis Menyoroti Level-Level Kunci.
  • Western Union akan meluncurkan stablecoin USDPT pada bulan Mei
  • CEO Galaxy, Mike Novogratz, mengatakan RUU CLARITY mungkin akan disahkan pada bulan Juni.
  • Bitcoin Mengincar 85.000 Dolar AS Saat Analis Memetakan Posisi Jual Pendek
  • Pavel Durov Mengatakan Biaya TON Akan Turun 6 Kali Lipat dengan Target Biaya Mendekati Nol

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme