Konflik terbuka antara Presiden Donald Trump dan Elon Musk menjadi pusat perhatian publik dan pelaku pasar keuangan. Perseteruan ini dipicu oleh kritik Musk terhadap rancangan undang-undang pengeluaran besar-besaran yang diajukan Trump.
Tak butuh waktu lama, keduanya saling serang di media sosial. Trump mengancam akan memutus kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk, termasuk Tesla dan SpaceX, sementara Musk menyarankan agar Trump dicopot jabatannya dari kepresidenan.
Ketegangan ini memicu kekhawatiran akan ketidakstabilan politik di Amerika Serikat, yang kemudian berdampak pada pasar keuangan global, termasuk tekanan terhadap pergerakan Bitcoin.
Beberapa analis tenar di media sosial menilai bahwa konflik ini lebih dari sekadar perseteruan pribadi antara dua tokoh berpengaruh.
Hubungan yang memburuk antara presiden dan sosok kunci di sektor teknologi dinilai berpotensi menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan pemerintah.
Pernyataan Trump untuk mengakhiri kontrak pemerintah dengan Tesla dan SpaceX dinilai dapat berdampak luas, mengingat peran penting kedua perusahaan tersebut dalam industri dalam negeri, termasuk program luar angkasa nasional.
Respons pasar langsung terlihat dimana sentimen negatif ini meluas ke aset berisiko lainnya, termasuk Bitcoin.
Kekhawatiran akan arah fiskal AS dan potensi keretakan di tubuh Partai Republik membuat investor mengambil posisi defensif.
Bitcoin sebagai salah satu indikator sentimen risiko global pun turut tertekan. Ketidakpastian ini dapat terus membayangi pasar, terutama bila konflik Trump dan Musk terus berlanjut tanpa tanda-tanda mereda.