Jakarta – Harga Bitcoin (BTC) terpantau melemah pada perdagangan Jumat (6/6/2025). Berdasarkan data CoinMarketCap, BTC diperdagangkan di level USD 102.637,66 atau sekitar Rp 1,668 miliar (kurs Rp 16.275/USD), turun 2,50% dalam 24 jam terakhir dan melemah 3,28% dalam sepekan.
Meski demikian, Bitcoin tetap menjadi kripto dengan kapitalisasi pasar tertinggi di dunia, menyentuh angka USD 2,03 triliun dengan volume perdagangan harian mencapai USD 59,44 miliar. Sebelumnya, harga tertinggi BTC tercatat pada 23 Mei 2025 di angka USD 111.936,17 per koin. Saat ini, 19,87 juta BTC telah beredar dari total suplai maksimum 21 juta koin.
Di tengah pelemahan ini, bank multinasional asal Inggris Standard Chartered memprediksi harga Bitcoin bisa melonjak tajam hingga menyentuh USD 500.000 (sekitar Rp 8,1 miliar) sebelum Donald Trump mengakhiri masa jabatan keduanya pada Januari 2029.
Kepala Riset Aset Digital Global Standard Chartered, Geoffrey Kendrick, menjelaskan bahwa minat besar dari institusi keuangan menjadi faktor utama proyeksi optimis ini. Berdasarkan laporan Formulir 13F dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), terlihat bahwa semakin banyak investor institusional besar yang masuk ke pasar Bitcoin.
“Data 13F adalah bukti bahwa Bitcoin semakin menarik bagi institusi. Hal ini bisa mendorong harga BTC menembus USD 500.000 dalam beberapa tahun ke depan,” ungkap Kendrick.
Prediksi ini memperkuat optimisme terhadap masa depan Bitcoin, meskipun saat ini pasar masih mengalami tekanan jangka pendek.