
Bitcoin saat ini masih bergerak fluktuatif di antara level dukungan dan resistensi, namun tren jangka panjangnya masih mengarah pada dominasi bullish dengan bertahan di atas level psikologis $100.000. Namun, analis kripto Xanrox memprediksi bahwa Bitcoin akan mengalami penurunan setelah mencapai rekor tertinggi mendekati $112.000.
Penurunan harga Bitcoin terjadi setelah keluar dari saluran paralel naik yang terbentuk dari pergerakan harga $74.000 ke $112.000. Bitcoin sempat turun dari $111.000 ke $103.000 sebelum melakukan rally pemulihan, yang menurut analis tersebut merupakan awal dari tren penurunan yang lebih dalam.
Xanrox memproyeksikan harga Bitcoin akan turun ke level Fibonacci 0,382, 0,500, dan 0,618, yaitu sekitar $98.000, $92.000, dan $87.500. Level-level ini dianggap sebagai titik pembelian potensial, terlebih adanya Gap Nilai Wajar (FV) yang belum terisi di area tersebut, sehingga bisa menjadi momen tepat untuk masuk pasar sebelum gelombang kenaikan berikutnya.
Penurunan harga Bitcoin ini diperkirakan akan menekan harga altcoin lebih jauh, namun hal ini juga membuka peluang emas bagi investor untuk membeli altcoin dengan harga diskon, terutama karena altcoin kini mendekati level terendah sepanjang masa.
Investor dianjurkan memantau ketat level Fibonacci yang menjadi indikator penting dalam menentukan timing pembelian optimal, guna memaksimalkan potensi keuntungan di tengah kondisi pasar yang sedang volatil.