
Gabriel Shapiro, mantan pengacara di firma hukum besar, kini menjadi pionir dalam mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sistem hukum melalui proyek inovatif bernama MetaLeX. Terinspirasi oleh dinamika cepat dunia kripto dan Web3, Shapiro mengembangkan konsep “hukum cybernetic” yang menggabungkan prinsip hukum dengan pemrograman smart contract.
MetaLeX bertujuan menjembatani hukum tradisional dengan kontrak pintar, menciptakan struktur hukum yang adaptif dan efisien sesuai perkembangan teknologi. Shapiro juga mengajukan proposal “Token Safe Harbor” ke SEC untuk memberikan ruang bagi proyek kripto berkembang tanpa langsung dianggap sekuritas, sekaligus melindungi investor.
Selain itu, Shapiro menekankan definisi “desentralisasi” yang sebenarnya, membantu membedakan proyek kripto yang sah dari scam. Aktivitasnya yang aktif di media sosial dan pembuatan meme coin GOR menunjukkan pendekatan santainya terhadap regulasi yang seringkali ketat.
Melalui berbagai podcast dan diskusi, Shapiro membahas potensi smart contract sebagai alat hukum yang efisien, termasuk konsep BORG, gabungan DAO dan entitas hukum yang otomatis namun tetap terikat aturan.
Meski belum jelas sejauh mana penerimaan industri, Shapiro telah membuka babak baru dalam hukum kripto dengan menciptakan struktur yang mengikuti ritme teknologi, bukan menghambatnya. Era baru hukum yang otomatis dan inovatif pun mulai terwujud.