Washington, 8 Agustus 2025 — Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan regulator pada Kamis (7/8) untuk mengkaji perubahan aturan yang memungkinkan aset alternatif seperti kripto, ekuitas swasta, properti, dan emas masuk ke rekening pensiun 401(k). Langkah ini dimaksudkan memberi pekerja akses ke instrumen investasi yang sebelumnya hanya dinikmati investor kaya, sekaligus membuka sumber pendanaan baru bagi perusahaan.
Perintah tersebut memberi Departemen Tenaga Kerja waktu 180 hari untuk meninjau regulasi. Sejumlah manajer investasi besar seperti State Street dan Vanguard sudah menyiapkan kemitraan dengan Apollo Global dan Blackstone untuk menawarkan dana pensiun berbasis ekuitas swasta. Namun, kritikus menilai kebijakan ini berisiko tinggi bagi penabung, mengingat sifat aset alternatif yang tidak likuid, berbiaya besar, dan minim transparansi.
Isu kepentingan pribadi Trump ikut menjadi sorotan. Data CoinGecko dan dokumen resmi menunjukkan dua perusahaan terkait Trump — CIC Digital LLC dan Fight Fight Fight LLC — menguasai 80% suplai token kripto “TRUMP” yang diluncurkan 17 Januari 2025. Meski Trump mengaku belum melihat keuntungan langsung, analisis Financial Times memperkirakan proyek kripto tersebut telah menghasilkan sedikitnya USD 350 juta. Token TRUMP sendiri sempat mencapai USD 73,43 pada Januari sebelum turun menjadi sekitar USD 11,35.
Laporan State Democracy Defenders Action menyebut aset digital Trump kini bernilai sekitar USD 2,9 miliar, atau 37% dari total kekayaan bersihnya. Beberapa anggota Partai Republik, termasuk Senator Cynthia Lummis dan Lisa Murkowski, menyuarakan keprihatinan, terutama setelah pemegang token TRUMP ditawari kesempatan makan malam bersama Trump pada Mei lalu.
Meski dikritik, Trump tetap menegaskan dukungannya terhadap industri kripto dan menolak wacana untuk menyumbangkan keuntungan pribadinya dari aset digital tersebut.