Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Meta Gagal Investasi Bitcoin usai Proposal Ditolak Investor

Posted on June 6, 2025

Mayoritas pemegang saham Meta secara tegas menolak usulan untuk mengevaluasi kemungkinan menjadikan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan perusahaan.

Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada 28 Mei 2025, tercatat hanya 3,92 juta suara, yang mewakili sekitar 0,08% dari total, yang mendukung proposal tersebut. Sebaliknya, hampir 5 miliar suara menyatakan penolakan. Hasil ini mencerminkan penolakan besar-besaran dari para pemegang saham terhadap ide penambahan Bitcoin ke neraca keuangan Meta.

CEO Meta, Mark Zuckerberg, dilaporkan memiliki sekitar 61% kekuatan suara di perusahaan. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit, besarnya proporsi suara ini menunjukkan kemungkinan bahwa Zuckerberg turut menolak usulan tersebut.

Usulan dari Pendukung Bitcoin

Proposal yang ditolak ini diajukan pada Januari oleh Ethan Peck, seorang pendukung Bitcoin sekaligus Direktur Bitcoin di perusahaan manajemen kekayaan Strive. Peck mendorong Meta untuk mengalokasikan sebagian dari kas dan setara kasnya yang mencapai US$72 miliar atau sekitar Rp1.156 triliun) ke Bitcoin sebagai bentuk lindung nilai terhadap inflasi.

“Nilai uang tunai terus tergerus, sementara imbal hasil obligasi lebih rendah dari tingkat inflasi riil. Akibatnya, sekitar 28% dari total aset Meta secara konsisten merugikan pemegang saham,” ujar Peck dalam pernyataan pendukungnya.

Ia juga mengutip panduan dari BlackRock, pemegang saham terbesar kedua di Meta, yang menyebut bahwa alokasi 2% ke Bitcoin adalah langkah yang wajar.

Proposal ini diajukan atas nama keluarga Peck yang memiliki saham di Meta. Sebelumnya, Peck juga mengusulkan inisiatif serupa kepada Microsoft dan Amazon melalui organisasi konservatif National Center for Public Policy Research (NCPPR). Usulan kepada Microsoft telah ditolak pada Desember 2024, sementara pemungutan suara untuk Amazon, yang mengusulkan alokasi minimal 5% aset ke Bitcoin, masih menunggu hasil.

Institusi Kian Agresif Beli Bitcoin

Walaupun ditolak oleh Meta dan Microsoft, tren perusahaan publik yang membeli Bitcoin terus menunjukkan peningkatan secara global. Data dari BitcoinTreasuries menunjukkan bahwa saat ini ada 214 entitas yang telah menambahkan Bitcoin ke neraca mereka.

Strategy, di bawah kepemimpinan Michael Saylor, masih menjadi perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar sebanyak 580.250 BTC senilai sekitar US$60,9 miliar. Selain itu, setidaknya ada delapan perusahaan lain, termasuk Marathon Digital, Riot, Galaxy Digital, dan Tesla yang masing-masing memegang Bitcoin senilai lebih dari US$1 miliar.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Ethereum Mengincar Penembusan $2.500 Setelah Analis Menyoroti Level-Level Kunci.
  • Western Union akan meluncurkan stablecoin USDPT pada bulan Mei
  • CEO Galaxy, Mike Novogratz, mengatakan RUU CLARITY mungkin akan disahkan pada bulan Juni.
  • Bitcoin Mengincar 85.000 Dolar AS Saat Analis Memetakan Posisi Jual Pendek
  • Pavel Durov Mengatakan Biaya TON Akan Turun 6 Kali Lipat dengan Target Biaya Mendekati Nol

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme