Jakarta – Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengungkapkan bahwa semakin banyak negara kini mulai membeli Bitcoin sebagai bagian dari cadangan devisa nasional mereka. Tren ini disebut sebagai respons strategis terhadap perubahan ekonomi global, inflasi tinggi, dan ketegangan geopolitik.
Melansir CoinMarketCap, Senin (7/7/2025), CZ menyatakan bahwa langkah tersebut bukan lagi sekadar minat, melainkan dorongan kuat untuk mengadopsi teknologi keuangan modern, terutama setelah Amerika Serikat lebih dulu membentuk cadangan strategis Bitcoin dari hasil sitaan aset kripto.
“Negara-negara tidak hanya tertarik—mereka semakin merasa terpaksa mengadopsi Bitcoin,” ujar CZ.
Bitcoin dinilai sebagai pengganti modern untuk emas karena bersifat terdesentralisasi, berpasokan terbatas, dan tidak dikendalikan oleh kebijakan moneter negara manapun. Negara seperti Jerman, Brasil, Rusia, dan beberapa negara berkembang kini juga tengah menjajaki langkah serupa.
Selain itu, peran Binance disebut cukup signifikan dalam tren ini. CZ dan CEO Binance saat ini, Richard Teng, aktif memberi konsultasi kepada pemerintah dan sovereign wealth fund terkait pengelolaan portofolio aset digital.
Langkah ini menandai semakin besarnya pengaruh industri kripto dalam arah kebijakan moneter global, sekaligus memperkuat legitimasi Bitcoin sebagai aset strategis di tingkat negara.
Ask ChatGPT