
Harga emas dunia menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, menembus USD 3.600 per ounce pada perdagangan Selasa (9/9). Lonjakan ini dipicu ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan signifikan.
Emas di pasar spot naik 1,2% menjadi USD 3.632,51 per ounce, sementara kontrak berjangka Desember naik 0,7% ke USD 3.680,30. Pada puncaknya, harga sempat menyentuh USD 3.646,29 per ounce.
Peter Grant dari Zaner Metals mengatakan, momentum kenaikan emas masih berlanjut karena pasar tenaga kerja AS yang melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga hingga awal 2026. Saat ini, pasar memperkirakan peluang 88% untuk pemangkasan 25 basis poin pada September, dengan kemungkinan 12% untuk pemangkasan 50 basis poin.
Sepanjang 2025, emas telah melonjak 38%, terdorong melemahnya dolar AS, akumulasi emas oleh bank sentral, kebijakan moneter dovish, dan ketidakpastian global. China pun memperpanjang pembelian emasnya selama 10 bulan berturut-turut, sementara imbal hasil obligasi AS 10 tahun mendekati level terendah lima bulan terakhir, menambah daya tarik emas sebagai aset aman.