Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Bitcoin (BTC) Bisa Tembus ATH Lagi Setelah Shutdown AS Usai? Ini Kata Hayes

Posted on November 7, 2025

Trader dan pendiri BitMEX, Arthur Hayes, kembali menarik perhatian setelah memprediksi reli besar Bitcoin akan terjadi setelah shutdown pemerintah Amerika Serikat (AS) berakhir. 

Dalam analisis terbarunya berjudul “Hallelujah”, Hayes menilai akhir dari penghentian sebagian aktivitas pemerintahan itu bisa menjadi pemicu utama kembalinya bull run di pasar kripto.

Shutdown AS Tahan Arus Likuiditas Dolar

Menurut Hayes, kondisi pasar kripto beberapa minggu terakhir melemah karena aliran likuiditas dolar global tersumbat akibat shutdown yang sudah memasuki bulan kedua. 

Pemerintah AS memang masih menerbitkan surat utang (Treasury Bills) untuk membiayai operasionalnya, namun karena sebagian kegiatan pemerintahan terhenti, dana hasil utang tidak langsung dibelanjakan.

Situasi ini membuat kas pemerintah AS atau Treasury General Account (TGA) menumpuk hingga sekitar $150 miliar di atas target, yakni lebih dari $850 miliar. 

Hayes menilai, selisih dana ini menjadi “likuiditas tertahan” yang seharusnya sudah beredar di pasar.

Likuiditas Dolar Jadi Katalis Bull Run

Hayes berpendapat bahwa pemerintah AS cenderung memilih menerbitkan utang ketimbang menaikkan pajak untuk membiayai programnya. 

Pola ini pada akhirnya memperluas pasokan dolar di sistem keuangan. Ketika pasokan dolar meningkat, investor biasanya beralih ke aset berisiko, seperti saham dan kripto untuk mencari imbal hasil lebih tinggi.

Ia juga menjelaskan bahwa pembeli utama surat utang AS seperti fund pasar uang, bank besar, dan hedge fund secara tidak langsung ikut memperluas suplai uang. Namun selama shutdown berlangsung, efek ekspansi tersebut “terhenti sementara”.

Bitcoin Masih di Fase Konsolidasi

Pada Rabu (5/11) harga Bitcoin sempat turun di bawah $100.000 untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir. 

Penurunan itu memperkuat spekulasi bahwa bull cycle mungkin sudah selesai, namun Hayes menolak pandangan tersebut.

Menurutnya, pasar hanya mengalami fase konsolidasi sementara akibat faktor makro, bukan akhir dari tren naik jangka panjang. 

Ia bahkan memperkirakan Bitcoin bisa mencetak rekor tertinggi baru (all-time high) sebelum siklus bull kali ini benar-benar berakhir, asalkan arus dolar kembali mengalir setelah shutdown dihentikan.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • CME Menargetkan Peluncuran Kontrak Berjangka Volatilitas Bitcoin pada Bulan Juni
  • mb.io, divisi kripto dari MultiBank Group, menghadirkan emas Ghana ke blockchain melalui Kings Orbis, EON3 & Mavryk.
  • ETF Bitcoin Morgan Stanley Mencapai $194 Juta Tanpa Arus Keluar
  • Grup Perbankan Mendorong Perubahan Imbal Hasil Stablecoin Berdasarkan Undang-Undang CLARITY
  • Bitmine Immersion Technologies (BMNR) Mengumumkan Kepemilikan ETH Mencapai 5,21 Juta Token, dan Total…

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme