Analis kripto Michaël van de Poppe memperingatkan bahwa asumsi “altcoin selalu bangkit” tidak lagi relevan menjelang 2026.
Menurutnya, mayoritas altcoin saat ini menunjukkan kinerja struktural yang melemah dan berisiko tidak pulih seperti siklus sebelumnya.
Dalam pernyataannya, Van de Poppe menyebut sebagian besar altcoin telah turun hingga sekitar 90%, bahkan lebih buruk dibandingkan fase pasar turun pada 2022.
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan yang terjadi bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan masalah fundamental.
Tokenomics Buruk dan Persaingan Jadi Faktor Utama
Van de Poppe menyoroti tokenomics yang gagal sebagai penyebab utama banyak altcoin tidak mampu bertahan.
Ia menilai kesalahan pengelolaan keuangan proyek, distribusi token yang tidak sehat, serta struktur insentif yang keliru membuat banyak altcoin kehilangan daya tahan.
Selain itu, pasar kripto saat ini berada dalam fase yang ia sebut sebagai bear market terpanjang.
Situasi ini mirip dengan runtuhnya gelembung dot-com, di mana hanya sedikit proyek teknologi yang mampu bertahan setelah pasar menyaring pemain lemah.
Perkembangan teknologi juga mempercepat proses seleksi alam di pasar altcoin. Banyak proyek lama kini tergeser oleh solusi baru yang lebih efisien, sementara sebagian masalah yang dulu ingin mereka selesaikan bahkan sudah tidak relevan lagi.
Tidak Semua Altcoin Mati, Ini Kriteria yang Bertahan
Meski bernada keras, Van de Poppe menegaskan tidak semua altcoin akan gugur di 2026. Ia menilai peluang bertahan justru ada pada proyek yang pertumbuhan fundamentalnya tidak sejalan dengan pergerakan harga.
Indikator yang ia soroti meliputi aktivitas on-chain yang meningkat, pertumbuhan total value locked (TVL), volume transaksi yang naik, serta pendapatan biaya jaringan yang terus berkembang meski harga token melemah. Menurutnya, kondisi ini menandakan adopsi nyata yang belum tercermin di harga.
Sebagai contoh, Van de Poppe menyebut proyek seperti Arbitrum, Aave, dan NEAR, di mana harga token sempat mencetak level rendah baru, tetapi ekosistemnya justru tumbuh signifikan. Pola ini ia anggap sebagai ciri altcoin yang berpotensi lolos dari seleksi pasar berikutnya.