XRP dan Dogecoin (DOGE) dinilai berpotensi tertinggal sepanjang 2026. Melansir dari The Motley Fool, dua kripto populer tersebut belum memiliki katalis kuat untuk mendorong reli signifikan tahun ini.
Pandangan itu muncul setelah performa keduanya tertekan dalam 12 bulan terakhir. XRP tercatat turun sekitar 50%, sementara Dogecoin melemah sekitar 60%. Sebagai perbandingan, Bitcoin dan Ethereum masing-masing terkoreksi sekitar 30% pada periode yang sama.
Perbedaan kinerja tersebut menjadi dasar kekhawatiran bahwa XRP dan DOGE berisiko kembali underperform dibanding kripto berkapitalisasi besar lainnya.
XRP Disebut Minim Katalis
Untuk XRP, tantangan hukum yang sempat membayangi kini telah mereda. Gugatan SEC terhadap Ripple Labs yang dimulai pada 2020 berakhir dengan denda lebih ringan dari perkiraan.
Pengadilan juga memutuskan bahwa XRP bukan sekuritas ketika diperdagangkan di bursa kripto untuk investor ritel.
Putusan tersebut sempat memicu optimisme. XRP kembali dicatatkan di sejumlah bursa besar, dan sentimen pasar membaik setelah SEC menyetujui ETF spot kripto pertama pada akhir 2025. Namun, analis menilai penyelesaian kasus hukum bukan jaminan reli jangka panjang.
XRP tidak memiliki narasi kelangkaan seperti Bitcoin yang dibatasi 21 juta koin. Total suplai XRP mencapai 100 miliar token dan telah dicetak sejak awal oleh pendirinya.
Selain itu, jaringan XRP tidak mendukung smart contract secara native, sehingga sulit bersaing dari sisi ekosistem pengembang dan aplikasi terdesentralisasi seperti Ethereum.
Fungsi utama XRP sebagai bridge currency untuk transaksi lintas negara juga menghadapi persaingan dari stablecoin berbasis dolar AS yang menawarkan volatilitas lebih rendah.