
Dominasi Tether (USDT) di pasar stablecoin meningkat signifikan setelah insiden peretasan besar yang menimpa Drift Protocol di jaringan Solana, dengan kerugian mencapai sekitar USD 285 juta (Rp4,88 triliun) pada April 2026.
Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar USDT naik sekitar 2,1% menjadi hampir USD 188 miliar, mencatat level tertinggi baru pada 21 April 2026. Di sisi lain, USDC milik Circle hanya tumbuh 1,4% menjadi sekitar USD 78,25 miliar, menunjukkan perlambatan dibanding pesaingnya.
Analis dari Compass Point menilai arus keluar dari ekosistem DeFi berpotensi menekan sirkulasi USDC, yang pada akhirnya dapat berdampak pada pendapatan bunga Coinbase dan Circle. Sementara itu, laporan juga mencatat penarikan dana besar-besaran senilai USD 1,5 miliar dari protokol Aave pasca insiden keamanan di sektor restaking.
Menurut analis Nansen, ketidakpastian di sektor DeFi membuat likuiditas Tether lebih unggul, sehingga USDT lebih banyak dipilih pengguna saat kondisi pasar bergejolak.