CEO Strategy, Phong Le, kembali menarik perhatian komunitas kripto setelah menyebut Bitcoin sebagai “United States of Money”.
Menurutnya, Bitcoin memiliki aturan yang transparan, jumlah pasokan yang terbatas, serta tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah mana pun.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya Strategy mempertahankan kinerja produk saham preferennya, STRC, yang sempat tertekan akibat penurunan harga Bitcoin.
Di saat yang sama, Phong Le juga menegaskan keyakinannya bahwa Bitcoin berpotensi menjadi aset cadangan global dalam satu dekade mendatang.
Dalam penjelasannya, Phong Le membandingkan Bitcoin dengan prinsip yang mendasari Konstitusi Amerika Serikat, yaitu sistem yang berjalan berdasarkan aturan yang jelas, bukan keputusan individu.
Menurutnya, karakteristik tersebut membuat Bitcoin mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi, sensor, maupun tekanan politik.
Ia juga mengaitkan pandangan tersebut dengan pengalaman keluarganya yang pernah menjadi pengungsi dari Vietnam, sehingga kebebasan dalam mengelola aset dinilai memiliki arti penting.
Phong Le bahkan memprediksi Bitcoin berpotensi menjadi aset cadangan global dalam 10 tahun ke depan.
Investasi Pribadi Phong Le Kembali Impas
Selain menyampaikan pandangannya mengenai Bitcoin, Phong Le juga diketahui membeli 11.000 lembar saham preferen STRC melalui family trust miliknya.
Berdasarkan dokumen yang diajukan pada 22 Juni 2026, nilai pembelian tersebut mencapai sekitar $998.756, atau hampir $1 juta, dengan harga rata-rata $90,80 per saham.
Saat itu, harga STRC berada di bawah nilai par $100. Untuk menjaga harga tetap mendekati level tersebut, Strategy menaikkan dividen tahunan STRC dari 9% saat pertama diluncurkan pada Juli 2025 menjadi 12%.
Menurut data Arkham, nilai investasi pribadi Phong Le kini telah kembali ke titik break-even atau impas.