Keamanan merupakan fondasi utama teknologi blockchain. Meski sulit dimanipulasi, setiap mekanisme konsensus tetap memiliki potensi ancaman penyerangan. Oleh karena itu, teknologi ini terus dipelajari agar keamanan jaringan terus meningkat.
Salah satu skenario yang dikaitkan dengan blockchain berbasis Proof of Stake (PoS) adalah Long Range Attack. Serangan ini lebih banyak dibahas sebagai risiko teoretis yang telah diantisipasi melalui berbagai mekanisme keamanan modern.
Melalui artikel ini, kita akan membahas cara kerja Long Range Attack, alasan konsep ini muncul pada Proof of Stake, perbedaannya dengan serangan lain, serta cara blockchain modern dalam mengurangi risikonya.
Long Range Attack adalah skenario serangan pada blockchain Proof of Stake (PoS) ketika pelaku mencoba menggunakan private key milik validator yang pernah memiliki hak validasi di masa lalu.
Tujuannya adalah membuat versi blockchain alternatif yang secara teoretis dapat dianggap valid.
Berbeda dengan serangan pada Proof of Work yang mengandalkan kekuatan komputasi, Long Range Attack memanfaatkan karakteristik mekanisme Proof of Stake dan private key validator lama.
Meski demikian, serangan ini lebih banyak dibahas sebagai risiko teoretis yang telah diantisipasi oleh blockchain modern.
Mengapa Long Range Attack Hanya Dikaitkan dengan Proof of Stake?
Long Range Attack dikaitkan dengan Proof of Stake (PoS) karena hak validasi blok ditentukan oleh validator yang melakukan staking, bukan oleh kekuatan komputasi.
Dalam kondisi tertentu, private key historis milik validator yang sudah tidak aktif dapat digunakan untuk mencoba membangun ulang riwayat blockchain dari blok lama.
Namun, hal itu merupakan karakteristik desain konsensus Proof of Stake, bukan berarti semua blockchain PoS mudah diserang. Blockchain modern telah menerapkan berbagai mekanisme keamanan untuk mengurangi risiko tersebut.