Pendiri Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengungkapkan bahwa dirinya sempat tidak yakin akan memperoleh pengampunan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menjalani hukuman penjara selama empat bulan akibat pelanggaran aturan anti pencucian uang (AML) di AS.
Dalam wawancara di podcast Crypto Banter, CZ mengaku menduga ada tekanan dari sejumlah kompetitor di industri kripto Amerika Serikat yang tidak menginginkan Binance kembali memiliki ruang di pasar AS.
CZ Curiga Ada Tekanan dari Pesaing
Menurut CZ, beberapa bursa kripto di Amerika Serikat kemungkinan khawatir Binance akan kembali memperluas operasinya setelah menyelesaikan kasus hukum senilai US$4,3 miliar dengan pemerintah AS pada 2023.
Meski tidak memiliki bukti langsung, CZ mengaku yakin terdapat upaya untuk menghambat peluangnya mendapatkan pengampunan.
Trump Berikan Pengampunan
Setelah menyelesaikan masa hukumannya pada September 2024, Donald Trump akhirnya memberikan pengampunan kepada CZ pada Oktober 2025. Saat itu, Trump bahkan menyebut CZ sebagai sosok yang menurut informasi yang diterimanya menjadi korban “witch hunt” dari pemerintahan sebelumnya.
Sementara itu, Binance.US telah lebih dulu kembali membuka layanan bagi pengguna yang memenuhi syarat sejak Februari 2025.
Optimistis terhadap Masa Depan Kripto
Selain membahas persoalan hukumnya, CZ juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan industri aset digital. Ia berharap dalam beberapa tahun ke depan teknologi blockchain dan kripto akan menjadi bagian dari infrastruktur digital yang digunakan sehari-hari tanpa lagi menjadi perhatian khusus, layaknya internet saat ini.