Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

ARC-20: Cara Satoshi Menjadi Fondasi Token di Bitcoin

Posted on August 26, 2026

Bitcoin (BTC to IDR) awalnya identik dengan fungsi sederhana: mengirim dan menerima BTC tanpa perantara. Namun, perkembangan protokol yang dibangun di atas jaringan Bitcoin membuat fungsi blockchain ini semakin luas.

Salah satu eksperimen yang menarik perhatian adalah ARC-20, standar token fungible dari Atomicals Protocol.

ARC-20 mengambil pendekatan yang cukup berbeda. Alih-alih sekadar menempelkan informasi token pada transaksi, standar ini menggunakan satoshi unit terkecil Bitcoin sebagai unit yang merepresentasikan token.

Pendekatan tersebut membuat ARC-20 memiliki hubungan yang lebih dekat dengan struktur UTXO Bitcoin dan konsep colored coins yang telah lama dikenal di komunitas kripto.

Apa Itu ARC-20?
ARC-20 adalah standar untuk membuat token fungible melalui Atomicals Protocol di jaringan Bitcoin. Fungible berarti setiap unit token memiliki karakteristik yang sama dan dapat dipertukarkan dengan unit lain dari token yang sama.

Dalam ARC-20, satu satoshi digunakan untuk merepresentasikan satu unit token. Karena 1 BTC terdiri dari 100 juta satoshi, penerbit token dapat memanfaatkan unit terkecil Bitcoin tersebut sebagai dasar pencatatan kepemilikan aset.

Dokumentasi Atomicals menyebut model ini sebagai implementasi colored coins, yaitu konsep memberikan identitas atau fungsi tertentu kepada unit Bitcoin sehingga dapat merepresentasikan aset lain, seperti informasi yang kami kutip dari GitHub.

Hal penting yang perlu dibedakan adalah keterkaitan teknis tersebut tidak otomatis berarti harga pasar sebuah token ARC-20 dijamin mengikuti nilai satoshi.

Satoshi berfungsi sebagai unit representasi dalam mekanisme protokol, sementara harga token tetap terbentuk melalui permintaan, penawaran, likuiditas, dan kondisi pasar.

ARC-20 yang dibahas di sini secara khusus merujuk pada standar milik Atomicals Protocol di Bitcoin. Nama ARC-20 juga digunakan oleh beberapa proyek blockchain lain dengan mekanisme berbeda, sehingga konteks jaringan menjadi penting ketika menemukan istilah ini.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Stopping Volume: Memahami Lonjakan Volume di Akhir Downtrend
  • Show (SHOW) Kini Hadir di INDODAX!
  • Peter Schiff Akui Bisa Untung Besar dari Bitcoin, Kenapa Tak Membelinya?
  • Investor Awal Bitcoin Sebut Kerja 50 Tahun Bisa Sia-sia karena Inflasi
  • ARC-20: Cara Satoshi Menjadi Fondasi Token di Bitcoin

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme