Investor awal Bitcoin (BTC) Davinci Jeremie kembali menyoroti ancaman inflasi terhadap kekayaan.
Menurutnya, bekerja 9 to 5 selama puluhan tahun belum tentu menjamin nilai kekayaan tetap terjaga jika daya beli uang terus tergerus.
Jeremie menggambarkan seseorang yang bekerja dari pukul 09.00 hingga 17.00 selama 50 tahun.
Namun, ketika jumlah uang beredar meningkat tajam dan inflasi melemahkan daya beli, sebagian hasil kerja tersebut berpotensi kehilangan nilainya.
Mengapa Davinci Jeremie Memilih Bitcoin?
Pandangan Jeremie berkaitan dengan karakteristik Bitcoin yang memiliki suplai maksimum 21 juta BTC.
Jumlah tersebut telah ditentukan dalam protokol dan tidak dapat ditambah melalui keputusan bank sentral atau pemerintah.
Penerbitan BTC baru juga berkurang sekitar setiap empat tahun melalui mekanisme halving. Kondisi ini berbeda dengan mata uang fiat yang jumlahnya dapat bertambah seiring kebijakan moneter.
Karakteristik tersebut menjadi dasar pandangan Jeremie bahwa Bitcoin dapat menjadi alternatif ketika ekspansi suplai uang menekan nilai mata uang.
Ia juga kemudian melihat Bitcoin sebagai alternatif aset di tengah risiko penurunan daya beli uang.