Arthur Hayes memprediksi Bitcoin (BTC) berpotensi mencapai US$1 juta pada 2030. Namun, di tengah pandangan bullish tersebut, pendiri BitMEX itu justru menjadikan Ethereum (ETH) sebagai pilihan utama untuk modal yang ingin ditempatkannya di pasar kripto saat ini.
Hayes menilai Ethereum menawarkan peluang kenaikan yang lebih menarik dalam waktu relatif cepat. Menurutnya, ETH berpotensi naik 3 hingga 5 kali lipat, terutama setelah pergerakannya tertinggal dibandingkan aset kripto berkapitalisasi besar lainnya.
Arthur Hayes Prediksi Bitcoin Bisa Tembus US$1 Juta
Dalam episode terbaru Trade Secrets yang dikutip Cointelegraph, Hayes mengatakan sejumlah kondisi makro mulai mendukung skenario Bitcoin mencapai US$1 juta dalam empat tahun ke depan.
Menurut Hayes, beberapa faktor yang dapat mendorong kenaikan tersebut adalah potensi pecahnya gelembung kecerdasan buatan (AI), pencetakan uang dalam jumlah besar, hingga kemungkinan penerapan yield curve control di Amerika Serikat.
Dengan pandangan tersebut, Hayes melihat US$58.000 kemungkinan menjadi titik terendah Bitcoin sebelum BTC melanjutkan kenaikannya secara bertahap.
Prediksi Bitcoin US$1 juta tersebut bukan tanpa perdebatan. Kepala Riset 10x Research Markus Thielen sebelumnya memiliki pandangan yang jauh berbeda.
Thielen menyebut target Bitcoin US$1 juta pada 2030 “secara matematis mustahil”. Menurutnya, Bitcoin membutuhkan arus modal hingga triliunan dolar dalam empat tahun mendatang untuk mencapai valuasi yang diperlukan pada harga tersebut.
Perbedaan pandangan itu menunjukkan bahwa prediksi harga Bitcoin jangka panjang masih sangat spekulatif.
Arus modal, likuiditas global, dan kebijakan moneter akan menjadi beberapa faktor yang dapat menentukan apakah skenario tersebut bisa terjadi.