Harga Bitcoin berisiko mengalami koreksi ekstrem hingga $10.000 jika pasar saham Amerika Serikat memasuki tekanan besar. Skenario tersebut disampaikan Senior Commodity Strategist Bloomberg Intelligence, Mike McGlone.
Berdasarkan data TradingView pada Selasa (15/9), Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $77.943. Jika BTC benar-benar turun hingga $10.000, penurunannya mencapai sekitar 87% dari level saat ini.
Namun, target tersebut bukan prediksi pasti. McGlone menempatkan $10.000 sebagai skenario bearish ekstrem jika indeks S&P 500 terkoreksi sekitar 20% dan bertahan di level rendah.
Dilansir dari Bloomingbit, McGlone menilai Bitcoin masih merupakan aset digital dengan volatilitas tinggi dan memiliki hubungan kuat dengan pasar saham AS. Ketika saham mengalami tekanan besar, Bitcoin berpotensi menghadapi penurunan yang lebih tajam.
Menurut analisisnya, selama lima tahun terakhir imbal hasil Bitcoin secara umum memiliki pola yang mirip dengan S&P 500, tetapi volatilitas BTC sekitar tiga kali lebih tinggi. Artinya, pergerakan Bitcoin dapat jauh lebih besar ketika sentimen pasar berubah.
Kondisi pasar saham AS juga menjadi perhatian karena S&P 500 masih berada jauh di atas moving average 200 minggu. Indikator ini merupakan rata-rata harga indeks selama 200 minggu yang biasa digunakan untuk melihat tren pasar jangka panjang.