Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Bombax Miner EZ100 Pro: ASIC 15,5 GH/s untuk Mining Ethereum Classic

Posted on September 15, 2026

Persaingan perangkat mining berbasis Ethash dan Etchash tidak lagi hanya berbicara soal siapa yang memiliki hashrate terbesar.

Konsumsi listrik, kemampuan membuang panas, kestabilan mesin, hingga biaya operasional jangka panjang justru sering menentukan apakah sebuah ASIC layak dijalankan selama 24 jam penuh.

Bombax Miner EZ100 Pro berada di kelas yang cukup serius untuk kebutuhan tersebut. Mesin ini menawarkan hashrate hingga 15.500 MH/s atau 15,5 GH/s dengan konsumsi daya sekitar 3.100 watt.

Angka itu menempatkannya sebagai perangkat berkapasitas tinggi untuk jaringan yang kompatibel dengan Ethash atau Etchash, terutama Ethereum Classic (ETC).

Kapasitas besar tersebut tetap perlu dilihat bersama biaya listrik dan kesiapan fasilitas. Mesin dengan daya lebih dari 3 kW bukan perangkat yang ideal dipasang begitu saja di sudut kamar lalu dibiarkan berjalan tanpa perencanaan.

Bombax Miner EZ100 Pro merupakan ASIC miner yang mendukung algoritma Ethash dan jaringan kompatibel, termasuk Ethereum Classic yang menggunakan Etchash.

Berbeda dari komputer atau GPU yang dapat menangani berbagai jenis tugas, ASIC mempunyai fungsi yang jauh lebih spesifik sehingga sumber daya komputasinya dapat difokuskan untuk aktivitas mining tertentu.

Salah satu aset kripto yang relevan dengan mesin ini adalah Ethereum Classic (ETC). Jaringan Ethereum Classic menggunakan Etchash dan tetap mempertahankan mekanisme konsensus Proof of Work, sehingga proses validasi jaringan masih melibatkan miner.

Direktori resmi Ethereum Classic juga mencantumkan Bombax EZ100-PRO sebagai salah satu perangkat ASIC dengan hashrate 15.500 MH/s.

Ada satu hal yang perlu dibedakan. Istilah “Ethereum miner” atau “Ethash miner” pada perangkat lama tidak berarti mesin tersebut dapat digunakan untuk mining ETH mainnet saat ini.

Ethereum telah beralih dari Proof of Work ke Proof of Stake melalui The Merge pada 2022, sehingga ETH tidak lagi ditambang menggunakan GPU maupun ASIC.

Karena itu, kompatibilitas jaringan tetap harus diperiksa sebelum menjalankan mesin.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Bombax Miner EZ100 Pro: ASIC 15,5 GH/s untuk Mining Ethereum Classic
  • Haaland Bantai MU di Old Trafford, Fan Token CITY Justru Melempem
  • AS Mau Kumpulkan 1 Juta Bitcoin, RUU-nya Divoting Besok
  • Bitcoin, Ethereum, XRP Diprediksi Meledak Jika CLARITY Act Lolos Malam Ini
  • Analisis Bloomberg Intelligence: Harga Bitcoin Bisa Ambruk 87% ke $10.000

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme