Performa token AI sepanjang 2026 menunjukkan kesenjangan yang lebar. Dari 12 aset yang dibandingkan, Venice Token (VVV) mencatat kenaikan paling mencolok sebesar 1.264,86% year-to-date (YTD), sedangkan The Graph (GRT) terpuruk lebih dari 50%.
Data yang dibagikan analis crypto Dami-Defi, mengacu pada CoinMarketCap, menunjukkan hanya 5 dari 12 token AI dalam daftar tersebut yang masih mencatatkan performa positif YTD.
Lonjakan VVV menjadi anomali terbesar dalam daftar tersebut. Bahkan, Dami-Defi menilai kenaikan VVV sendirian membuat rata-rata performa sektor terlihat jauh lebih kuat dibanding kondisi sebenarnya.
“Hanya lima dari dua belas token yang berada di zona hijau secara YTD, dan pergerakan VVV berada di kategorinya sendiri, naik lebih dari 1.200% dan sendirian membuat rata-rata performa sektor terlihat jauh lebih kuat daripada kondisi sebenarnya,” tulis Dami-Defi.
Tanpa VVV, Gambaran Token AI Berubah Drastis
Jika VVV dikeluarkan dari perbandingan, performa token AI dalam daftar tersebut terlihat jauh berbeda. Sebanyak 7 dari 12 aset justru berada di zona merah.
GRT mencatat penurunan terdalam sebesar 50,21% YTD, sementara FIL turun 31,08% dan THETA melemah 30,50%. FET juga kehilangan hampir seperempat nilainya dengan penurunan 24,51%.
RENDER, VIRTUAL, dan ICP turut berada di zona merah, meski koreksinya lebih kecil dibanding empat token tersebut.
“Keluarkan VVV dan gambarannya berbalik: GRT turun lebih dari 50%, FIL dan THETA sama-sama turun sekitar 30%, sementara FET kehilangan hampir seperempat nilainya,” ungkap Dami-Defi.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa kenaikan besar pada satu aset belum tentu mencerminkan performa seluruh kelompok token AI.