Raksasa manajemen aset Franklin Templeton menilai Wall Street masih meremehkan besarnya dampak crypto terhadap sistem keuangan tradisional. Perubahan yang dimaksud bukan sekadar kenaikan harga Bitcoin, melainkan tokenisasi aset dan munculnya pasar keuangan yang dapat beroperasi 24/7.
Pandangan tersebut disampaikan Chris Perkins, Head of Franklin Crypto pada Coinage. Menurutnya, semakin banyak institusi mulai mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam bisnis mereka.
Tokenisasi Jadi Perubahan Besar yang Dibidik Franklin Templeton
Perkins melihat peluang terbesar bukan semata-mata berasal dari reli Bitcoin, melainkan tokenisasi. Teknologi ini memungkinkan aset keuangan tradisional direpresentasikan dalam bentuk token dan dikelola menggunakan infrastruktur blockchain.
Franklin Templeton sendiri telah mengembangkan tesis tersebut melalui Benji, platform teknologi yang mendukung Franklin OnChain U.S. Government Money Fund.
Menurut Perkins, pertanyaan utamanya bukan sekadar apakah suatu aset bisa dibuat menjadi token, tetapi apa yang dapat dilakukan lebih baik setelah aset tersebut ditokenisasi.
Wall Street Bisa Bergerak Menuju Pasar 24/7
Konsep serupa dapat diterapkan pada tokenized money market fund. Investor secara teori dapat memegang aset yang menghasilkan imbal hasil sekaligus memindahkan atau menggunakannya melalui infrastruktur blockchain.
Bagi Perkins, kemampuan tersebut berpotensi mengubah cara institusi mengelola likuiditas.