Harga Ethereum (ETH) berpeluang bergerak menuju US$3.000 pekan ini setelah pola teknikal yang sebelumnya memicu reli 31% kembali terbentuk.
Analis crypto Ali Martinez (AliCharts) melihat ETH sedang membentuk pola triangle pada timeframe 12 jam. Menurutnya, breakout dari pola tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju US$3.000.
US$2.550 Jadi Level Penting Ethereum
Ethereum diperdagangkan sekitar US$2.518 setelah sempat menyentuh US$2.600 pada 11 September 2026 sebelum kembali terkoreksi ke sekitar US$2.500.
Area US$2.550 kini menjadi resistance yang perlu ditembus. Penutupan mingguan di atas level tersebut dapat memperkuat peluang ETH untuk kembali menguji US$2.600.
Skenario sebaliknya juga perlu diperhatikan. Jika harga turun di bawah US$2.490, support berikutnya berada di sekitar US$2.400.
Pergerakan di area tersebut akan menentukan apakah pola yang diamati Ali berlanjut menjadi breakout atau kehilangan momentum.
ETHA milik BlackRock menjadi penyumbang terbesar dengan US$148,82 juta, disusul ETFW milik Bitwise US$29,09 juta dan FETH milik Fidelity US$11,40 juta.
Secara kumulatif, produk ETF tersebut telah mencatat net inflow US$13,39 miliar dengan total aset bersih US$16,31 miliar, setara sekitar 5,28% dari kapitalisasi pasar Ethereum.
Volume perdagangan ETF Ethereum pada 11 September mencapai US$2,56 miliar.
Indikator Teknikal ETH Masih Netral
Di tengah potensi kenaikan tersebut, indikator jangka pendek belum menunjukkan momentum bullish yang kuat.
Pada grafik empat jam yang dilansir dari CoinGape, MACD berada di 6,47, di bawah signal line 9,24. Histogram sebesar -2,76 menunjukkan momentum kenaikan mulai melemah.
Sementara itu, RSI berada di 51,77, sedikit di atas level netral 50. Posisi ini menunjukkan ETH belum memasuki kondisi overbought maupun oversold.
Karena itu, konfirmasi dari pergerakan harga masih diperlukan sebelum target yang lebih tinggi mendapatkan dukungan teknikal lebih kuat.