Franklin Templeton, perusahaan manajemen investasi global asal Amerika Serikat, melihat Bitcoin (BTC) mulai memasuki bull market baru, setelah harganya tetap bergerak naik meski pasar menghadapi sejumlah tekanan.
Pandangan tersebut disampaikan Christopher Perkins, Head of Franklin Crypto, yang menilai ketahanan Bitcoin terhadap berita negatif menjadi sinyal penting untuk membaca kondisi pasar saat ini.
Perkins menyoroti respons Bitcoin terhadap berbagai tekanan, mulai dari kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik, hingga ketidakpastian regulasi.
Alih-alih mengalami tekanan jual berkepanjangan, Bitcoin mampu mempertahankan momentum kenaikannya.
Menurut Perkins, kondisi ketika pasar mampu mengabaikan sentimen negatif dan terus bergerak naik merupakan perilaku yang kerap terlihat dalam bull market.
Artinya, yang menjadi perhatian bukan hanya besarnya reli Bitcoin, tetapi kemampuan harga bertahan ketika pasar menerima berita yang seharusnya dapat memberikan tekanan.