Goldman Sachs, salah satu bank investasi terbesar di dunia, melihat The Federal Reserve (The Fed) tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga pada Oktober 2026.
Pandangan ini memberi sentimen positif bagi Bitcoin (BTC), yang sedang menghadapi tekanan dari tingginya imbal hasil obligasi AS dan penguatan dolar.
Rob Kaplan, Vice Chairman Goldman Sachs sekaligus mantan Presiden Federal Reserve Bank of Dallas, menilai pasar memperhitungkan pengetatan moneter lebih besar daripada yang dibutuhkan ekonomi AS.
Kaplan lebih memilih The Fed menahan suku bunga pada Oktober, menunggu data ekonomi terbaru, kemudian mengevaluasi kembali kebijakan pada Desember.
Goldman Sachs Nilai The Fed Tak Perlu Agresif
Ekonomi AS masih ditopang investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI), sektor pertahanan, dan belanja modal perusahaan.
Namun, sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti perumahan dan otomotif mulai lesu. Belanja konsumen berpendapatan rendah hingga menengah juga tertekan oleh tingginya biaya pinjaman.
Pasar tenaga kerja AS pun dinilai tidak terlalu panas. Kaplan menggambarkannya sebagai kondisi “low fire, low hire”, yakni perusahaan tidak banyak melakukan PHK, tetapi juga tidak agresif merekrut pekerja.
Di sisi lain, penjualan ritel AS pada Agustus yang lebih kuat dari perkiraan menunjukkan ekonomi masih cukup tangguh menghadapi biaya pinjaman tinggi. Data tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung kenaikan suku bunga The Fed pada September.