Pola siklus Bitcoin (BTC) yang selama ini dikaitkan dengan periode 500 hari sebelum dan sesudah halving disebut mulai berubah.
Analis crypto CryptoGoos mencatat Bitcoin membentuk titik terendah atau bottom sekitar 655 hari sebelum halving berikutnya. Jarak tersebut sekitar 155 hari lebih cepat dibandingkan pola 500 hari yang ia gunakan untuk membaca siklus Bitcoin sebelumnya.
Perubahan ini memunculkan skenario bahwa jika bottom datang lebih awal, puncak harga Bitcoin dalam siklus kali ini juga dapat terbentuk lebih cepat.
Dalam grafik yang dibagikan CryptoGoos, siklus Bitcoin sebelumnya menunjukkan pola yang relatif berulang di sekitar peristiwa halving.
Pola tersebut menggunakan periode sekitar 500 hari sebelum halving sebagai area akumulasi dan sekitar 500 hari setelah halving sebagai periode untuk mengantisipasi puncak siklus.
Namun, pola itu disebut tidak lagi berjalan sama pada siklus saat ini. Bitcoin justru membentuk bottom sekitar 655 hari sebelum halving berikutnya.
Artinya, titik terendah tersebut muncul sekitar 155 hari lebih awal dibandingkan patokan 500 hari yang digunakan dalam pola tersebut.
Perubahan waktu inilah yang menjadi dasar CryptoGoos menyebut siklus 500 hari Bitcoin telah “pecah”.