Mana yang lebih baik: membeli crypto secara langsung atau membeli saham perusahaan yang menyimpan crypto dalam jumlah besar?
DWF Ventures membandingkan keduanya dan menemukan bahwa dalam jangka lebih panjang, mayoritas saham perusahaan treasury crypto yang mereka analisis tertinggal dari aset crypto yang mereka pegang.
Dari 20 perusahaan treasury crypto terbesar yang dianalisis, hanya empat yang nilai sahamnya diperdagangkan lebih tinggi dibandingkan nilai aset crypto yang mereka simpan berdasarkan data per 21 September.
Perusahaan treasury crypto atau digital asset treasury (DAT) sederhananya adalah perusahaan publik yang membeli dan menyimpan crypto sebagai bagian utama aset perusahaan. Strategy menjadi salah satu contohnya dengan Bitcoin sebagai aset utama dalam treasury.
Untuk membandingkannya, DWF menggunakan ukuran bernama mNAV. Sederhananya, angka ini membandingkan nilai perusahaan di pasar saham dengan nilai crypto yang dimilikinya.
Jika mNAV berada di atas 1, saham perusahaan diperdagangkan dengan harga premium terhadap aset cryptonya. Sebaliknya, angka di bawah 1 menunjukkan saham diperdagangkan dengan harga lebih rendah dibandingkan nilai aset crypto yang dimiliki.
Dari 20 perusahaan yang dianalisis, hanya Bit Digital 1,49x, Strive 1,21x, Hyperliquid Strategies 1,17x, dan BitMine 1,02x yang memiliki mNAV di atas 1.
Sementara itu, Strategy berada di 0,97x dan SovereignAI berada di posisi terendah dengan 0,22x. DWF mencatat perhitungan ini belum memasukkan utang dan saham preferen.
Menurut DWF, salah satu penyebabnya adalah investor institusi sekarang memiliki lebih banyak cara untuk mendapatkan eksposur crypto, termasuk melalui ETF, private fund yang teregulasi, dan layanan kustodian.
Artinya, investor institusi tidak lagi harus membeli saham perusahaan treasury hanya untuk mendapatkan eksposur terhadap crypto.