Chainlink (LINK) kembali menarik perhatian setelah harganya berada di kisaran US$13,36.
Namun, yang lebih menarik bukan hanya pergerakan harga dalam jangka pendek, melainkan seberapa jauh LINK berpotensi bergerak hingga 2030.
Proyeksi yang beredar menunjukkan rentang cukup lebar. Target maksimum LINK untuk 2026 berada antara US$17 hingga US$65, sedangkan proyeksi paling bullish menempatkan harganya mencapai US$200 pada 2030.
Dalam skenario konservatif, LINK diperkirakan mencapai harga maksimum US$17 pada 2026. Target tersebut kemudian naik menjadi US$19,46 pada 2027, US$20,41 pada 2028, US$28,53 pada 2029, dan US$36,68 pada 2030.
Skenario bullish memberikan gambaran yang jauh berbeda. LINK diproyeksikan berpotensi mencapai US$65 pada 2026, kemudian US$95 pada 2027, US$120 pada 2028, US$150 pada 2029, hingga US$200 pada 2030.
Dengan harga sekitar US$13,36, target US$200 berarti LINK perlu naik hampir 15 kali lipat dari level saat ini.
Prediksi Harga Chainlink 2026, Bisa Tembus US$65?
Untuk 2026, perbedaan proyeksi sudah terlihat cukup besar.
Skenario konservatif menempatkan LINK pada kisaran US$7-US$17, dengan rata-rata US$11,38.
Artinya, kenaikan harga dalam skenario ini masih terbatas dibandingkan proyeksi jangka panjang yang lebih agresif.
Sementara itu, skenario bullish menempatkan LINK di kisaran US$35-US$65, dengan rata-rata US$50.
Target tersebut bergantung pada pertumbuhan penggunaan infrastruktur Chainlink, terutama layanan oracle dan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP).
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kinerja LINK pada 2026 akan sangat bergantung pada kemampuan Chainlink mengubah peningkatan penggunaan jaringan menjadi permintaan terhadap tokennya.