XRP Ledger (XRPL) bersiap menuju upgrade PermissionDelegationV1_1 yang berpotensi aktif pada 5 Oktober 2026. Upgrade ini membawa sistem pembagian izin akun yang dapat membuat jaringan lebih sesuai dengan kebutuhan operasional institusi, termasuk model pengelolaan akses yang biasa digunakan bank.
PermissionDelegationV1_1 memasuki periode aktivasi 14 hari pada 21 September setelah memperoleh dukungan 29 dari 35 trusted validator XRP Ledger. Jika dukungan tetap berada di level minimal 80%, upgrade tersebut dapat aktif pada 5 Oktober.
Perubahan utamanya terletak pada cara sebuah akun memberikan akses. Pemilik akun nantinya dapat memberikan izin tertentu kepada pihak atau sistem lain tanpa menyerahkan kendali penuh atas akun.
Mengapa Upgrade XRP Ledger Ini Relevan bagi Bank?
Bank biasanya membagi akses berdasarkan tugas. Tim pembayaran, kepatuhan, dan keamanan memiliki kewenangan yang berbeda, sehingga tidak semua pihak bisa mengendalikan seluruh aktivitas akun.
PermissionDelegationV1_1 membawa konsep serupa ke XRP Ledger. Misalnya, sistem kepatuhan dapat diberi izin memproses persetujuan pelanggan tanpa bisa memindahkan dana.
Setiap pihak dapat memperoleh hingga 10 izin khusus yang bisa dicabut kapan saja oleh pemilik akun. Bagi bank, penerbit stablecoin, dan kustodian, sistem ini dapat membantu memisahkan aktivitas operasional dari akses penuh terhadap akun.
Namun, fitur ini bukan berarti bank tertentu sudah menggunakan XRP Ledger. Upgrade tersebut baru membuat sistem pembagian akses XRPL lebih sesuai dengan kebutuhan operasional institusi keuangan.