Peluang The Federal Reserve (The Fed) kembali menaikkan suku bunga pada Oktober 2026 turun menjadi sekitar 25%, membuka kemungkinan bank sentral AS menahan suku bunga setelah kenaikan pada September.
Sinyal itu muncul setelah Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson mengatakan pembuat kebijakan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menentukan langkah berikutnya.
Meski begitu, keputusan belum dibuat dan kebijakan berikutnya tetap bergantung pada data ekonomi.
Perubahan ekspektasi tersebut berpotensi mengurangi salah satu tekanan terhadap Bitcoin, terutama jika imbal hasil obligasi pemerintah AS ikut mereda.
The Fed Belum Buru-Buru Naikkan Suku Bunga
Dalam pidatonya pada 1 Oktober, Jefferson mengatakan penyesuaian kebijakan berikutnya harus mempertimbangkan tren data, prospek ekonomi, dan keseimbangan risiko.
Mengapa Peluang Pause Bisa Berpengaruh ke Bitcoin?
Bitcoin sebelumnya menghadapi tekanan ketika yield Treasury AS 10 tahun bergerak naik. Berdasarkan referensi, yield sempat menembus 5,34% pada 1 Oktober, sebelum bergerak mendekati 5,25%.
Yield obligasi yang tinggi dapat membuat aset berisiko menghadapi persaingan karena investor memperoleh imbal hasil lebih menarik dari instrumen yang relatif lebih rendah risikonya. Kondisi keuangan juga menjadi lebih ketat karena biaya pinjaman meningkat.
Tekanan tersebut terlihat ketika Bitcoin turun 4,3% ke sekitar $83.500 pada pekan sebelumnya, sementara yield 10 tahun naik dari sekitar 4,95% menjadi 5,20%.
Pergerakan itu terjadi meski produk ETF spot Bitcoin mencatat inflow sekitar $2,39 miliar dalam periode yang sama. Artinya, permintaan ETF memberikan dukungan, tetapi kenaikan yield bergerak ke arah berlawanan.wwbola