Bitcoin (BTC) mencatat return sekitar 225% dalam tiga tahun terakhir, lebih dari dua kali lipat Nasdaq yang menghasilkan 109%.
Zach Pandl selaku Head of Research Greyscale, mengutip dari data Bloomberg, menunjukkan sebagian besar kenaikan Bitcoin terkonsentrasi hanya dalam beberapa hari perdagangan terbaik.
Namun, jika harga BTC terbaik selama lima hari tidak dihitung, return tiga tahunnya turun drastis dari 225% menjadi 95%.
Berdasarkan data Bloomberg, Bitcoin menghasilkan return sekitar 225% dalam tiga tahun, sedangkan Nasdaq-100 mencatat 109% pada periode yang sama.
Dengan demikian, return Bitcoin sekitar 116 poin persentase lebih tinggi dibanding Nasdaq. Meski begitu, Bitcoin memiliki karakter pergerakan harga yang berbeda karena kenaikannya jauh lebih terkonsentrasi pada beberapa hari tertentu.
Hanya Sedikit Hari yang Menentukan Return Bitcoin
Grayscale mencatat kurang dari 0,5% hari dalam periode tersebut menghasilkan kenaikan yang cukup besar sehingga jika dilewatkan, return kumulatif Bitcoin bisa berkurang lebih dari separuh.
Sebagai perbandingan, performa Nasdaq tidak terkonsentrasi sebesar Bitcoin. Setelah 15 hari terbaik Nasdaq dikeluarkan, return tiga tahunnya turun dari 109% menjadi 21%, tetapi masih berada di wilayah positif.
Data tersebut memperlihatkan bahwa pergerakan besar Bitcoin dapat terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Masalahnya, hari-hari dengan kenaikan terbesar itu tidak dapat diprediksi secara konsisten.
Apa Artinya bagi Investor Bitcoin?
Menurut Grayscale, karakter tersebut membuat upaya menentukan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari Bitcoin menjadi sulit.
Menunggu volatilitas mereda juga memiliki konsekuensi karena sebagian kenaikan harga dapat terjadi sebelum kondisi pasar terlihat lebih jelas.
Namun, data historis ini tidak berarti Bitcoin akan kembali menghasilkan return serupa di masa depan. Performa 225% menggambarkan periode tiga tahun hingga 23 September 2026 dan bukan jaminan hasil investasi berikutnya.wwbola