Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Review Frame Wallet: Web3 dari Desktop, Apa Bedanya?

Posted on October 7, 2026

Sebagian besar wallet Web3 mengandalkan browser extension sebagai pintu masuk ketika pengguna ingin terhubung ke dApp. Frame Wallet mengambil pendekatan berbeda dengan membawa akses Web3 ke level desktop sehingga koneksi tidak hanya bergantung pada satu browser.

Frame menyediakan interface system-wide yang dapat digunakan browser, command line, hingga aplikasi native untuk terhubung dengan akun dan jaringan EVM. Pendekatan ini dipadukan dengan Omnichain Routing, transaction decoding, integrasi hardware wallet, serta Companion Extension untuk dApp yang membutuhkan koneksi melalui browser.

Perbedaan tersebut membuat Frame tidak cukup dinilai hanya sebagai tempat menyimpan atau mengelola aset crypto. Cara wallet ini menghubungkan akun, aplikasi, dan blockchain menjadi bagian penting untuk memahami kegunaannya.

Review Frame Wallet ini membahas cara kerja, Omnichain Routing, keamanan transaksi, hardware wallet, hingga risiko penggunaannya. Dengan begitu, kamu dapat melihat apa yang benar-benar membedakan Frame dari wallet Web3 yang berpusat pada browser.

Apa Itu Frame Wallet?
Frame Wallet adalah platform Web3 berbasis desktop yang menyediakan interface system-wide untuk menghubungkan akun pengguna dengan jaringan dan aplikasi Web3. Frame tersedia untuk macOS, Windows, dan Linux.

Alih-alih menjadikan browser extension sebagai pusat seluruh aktivitas, Frame menjalankan aplikasi utama pada desktop. Browser, command-line application, maupun native application kemudian dapat menggunakan interface yang disediakan Frame untuk mengakses Web3.

Frame bukan blockchain, exchange, atau jaringan baru. Aplikasi ini berada di antara akun pengguna, aplikasi yang meminta koneksi, dan jaringan blockchain yang digunakan.

Fokusnya terutama berada pada ekosistem Ethereum Virtual Machine (EVM). Karena itu, istilah Omnichain pada Frame juga tidak berarti wallet ini menyatukan semua blockchain yang ada menjadi satu jaringan.

Dari sisi pengelolaan akun, Frame memberikan pengguna kontrol terhadap signer yang digunakan, karakter yang berkaitan erat dengan konsep non-custodial wallet. Frame mendukung hardware signer seperti Ledger, Trezor, dan GridPlus, sementara opsi software signer mencakup mnemonic phrase, keystore.json, dan standalone private key.

Karakter tersebut membuat Frame dapat digunakan dalam konfigurasi keamanan yang berbeda. Untuk memahami mengapa pendekatannya tidak sama dengan wallet extension biasa, bagian terpenting berikutnya adalah melihat bagaimana aplikasi desktop Frame bekerja.wwbola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Review Frame Wallet: Web3 dari Desktop, Apa Bedanya?
  • Bitcoin vs Nasdaq 3 Tahun Terakhir: Siapa yang Lebih Unggul?
  • Kenapa Metaplanet Jual 10.000 Bitcoin, Kemudian Beli Lagi 11.000 BTC?
  • Pernah Gugat Ripple, Eks Ketua SEC Jay Clayton Kini Dipilih Trump Pimpin Tim AI
  • Dapat Masukan J.P. Morgan, Solana DvP Pangkas Settlement Jadi Hitungan Detik

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme