BlackRock menemukan kecenderungan menarik mengenai cara kecerdasan buatan (AI) memilih aset digital berdasarkan kebutuhan ekonomi.
Dalam laporan “The Machine-Native Economy”, BlackRock menguji 36 model AI terdepan dalam ribuan skenario. Hasilnya, Bitcoin (BTC) dipilih dalam 79,1% skenario penyimpanan nilai, sementara stablecoin mendominasi sekitar 77% skenario pembayaran.
Mengapa AI Memilih Bitcoin dan Stablecoin untuk Fungsi Berbeda?
Dalam simulasi BlackRock, Bitcoin lebih banyak dipilih ketika AI membutuhkan aset untuk mempertahankan nilai dalam jangka panjang.
Sebaliknya, ketika kebutuhannya bergeser ke pembayaran, model AI lebih banyak memilih stablecoin. Karakter nilainya yang relatif stabil membuat aset ini lebih sesuai untuk menentukan harga dan menyelesaikan transaksi.
Pola tersebut mengarah pada konsep sistem moneter berbasis mesin yang memisahkan fungsi penyimpanan nilai dan alat transaksi.
AI agent sendiri merupakan sistem yang dapat menjalankan tugas dan mengambil tindakan secara lebih mandiri berdasarkan tujuan serta batasan yang telah ditentukan.
BlackRock Gambarkan Ekonomi AI dalam Tiga Lapisan
Laporan BlackRock juga membahas struktur ekonomi berbasis AI yang terdiri dari tiga lapisan, yakni penyimpanan nilai, pembayaran, dan sumber daya komputasi yang ditokenisasi atau tokenized compute.
Lapisan terakhir berkaitan dengan kebutuhan AI terhadap daya komputasi untuk menjalankan berbagai tugas. Dengan tokenisasi, sumber daya tersebut dapat direpresentasikan secara digital dan dipertukarkan dalam sistem yang dapat diprogram.
Blockchain dinilai cocok menjadi infrastruktur untuk aktivitas tersebut karena dapat beroperasi sepanjang waktu dan memungkinkan transaksi otomatis antarmesin.
Hal ini berbeda dengan sejumlah sistem keuangan tradisional yang masih bergantung pada jam operasional, perantara, serta proses penyelesaian transaksi tertentu.
Transaksi Stablecoin Tembus US$11 Triliun
Potensi stablecoin sebagai alat pembayaran bagi AI muncul di tengah penggunaan yang sudah mencapai skala besar.
Menurut laporan tersebut, volume transaksi stablecoin yang telah disesuaikan melampaui US$11 triliun sepanjang 2025.
Angka itu menunjukkan bahwa infrastruktur pembayaran berbasis aset digital telah memproses transaksi bernilai triliunan dolar bahkan sebelum penggunaan AI agent secara luas menjadi bagian dari aktivitas ekonomi.
Meski demikian, eksperimen BlackRock masih bersifat awal. Hasil simulasi menunjukkan kecenderungan model dalam kondisi tertentu dan belum membuktikan bahwa AI agent di dunia nyata akan menggunakan aset digital dengan pola yang sama.wwbola