Debut Evernorth di Nasdaq dengan ticker XRPN mundur dari 8 Oktober 2026 menjadi sekitar 12 Oktober 2026.
Perubahan jadwal ini terjadi karena penundaan administratif menjelang penyelesaian merger dengan Armada Acquisition Corp. II.
Berdasarkan Form 8-K yang ditandatangani CEO Evernorth Asheesh Birla pada 6 Oktober 2026, merger kini diperkirakan rampung sekitar 9 Oktober 2026.
Perusahaan menyebut perubahan jadwal tersebut tidak memengaruhi struktur transaksi maupun persetujuan pemegang saham.
Jika transaksi selesai, Evernorth diperkirakan memegang sekitar 473 juta XRP dan menjadi perusahaan publik pure-play treasury XRP terbesar.
Merger Evernorth Sudah Dapat Restu Pemegang Saham
Pemegang saham Armada Acquisition Corp. II telah menyetujui merger dengan Evernorth pada 30 September 2026, dengan sekitar 94% suara yang diberikan mendukung transaksi tersebut.
Registrasi S-4 untuk transaksi ini juga telah dinyatakan efektif sejak 27 Agustus. Meski tahapan tersebut telah dilalui, penyelesaian merger masih bergantung pada persyaratan penutupan, termasuk ketentuan pencatatan di Nasdaq.
Karena dokumen perusahaan menggunakan istilah “on or about”, tanggal 9 Oktober untuk penyelesaian merger dan 12 Oktober untuk perdagangan XRPN masih dapat berubah.
Ripple Berkontribusi 126,8 Juta XRP
Dari sekitar 473 juta XRP yang diperkirakan masuk ke treasury Evernorth, Ripple akan berkontribusi sekitar 126,8 juta XRP.
Evernorth tidak berencana hanya menyimpan aset tersebut sebagai cadangan. Perusahaan akan menjalankan strategi pengelolaan aktif melalui lending, penyediaan likuiditas, dan aktivitas DeFi untuk meningkatkan jumlah XRP yang menopang setiap saham.
Model tersebut membuat XRPN berbeda dari kepemilikan XRP secara langsung. Investor membeli saham perusahaan yang memiliki dan mengelola treasury XRP, bukan membeli XRP itu sendiri.
Transaksi Diperkirakan Bawa Dana US$300 Juta
Merger Evernorth diperkirakan menghasilkan sekitar US$300 juta dana tunai bruto sebelum biaya transaksi.
Sekitar US$225 juta berasal dari private placement, US$30 juta dari convertible notes, dan sekitar US$48 juta dari trust account Armada II.
Transaksi tersebut turut melibatkan sejumlah institusi, termasuk Arrington Capital, SBI Group, Ripple, Pantera Capital, Kraken, dan GSR.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah keberadaan convertible notes. Instrumen ini dapat menimbulkan dilusi terhadap pemegang saham apabila nantinya dikonversi menjadi saham.wwbola