Skip to content

Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia

Menu
Menu

Analis Fundstrat Prediksi Bitcoin Tembus US$100.000 di Akhir 2026

Posted on October 10, 2026

Harga Bitcoin (BTC) diprediksi berpeluang kembali menembus US$100.000 sebelum akhir 2026.

Proyeksi tersebut disampaikan Sean Farrell, Head of Digital Asset Strategy Fundstrat, yang melihat kebijakan utang pemerintah Amerika Serikat (AS) sebagai katalis potensial bagi pasar crypto.

Farrell menilai Bitcoin kemungkinan telah melewati titik terendah dalam siklus sebelumnya dan mulai memasuki siklus baru. Namun, ia mengakui target awal sebesar US$115.000 semakin sulit tercapai tahun ini.

Tekanan Utang AS Dinilai Bisa Mendukung Bitcoin
Farrell melihat peluang kenaikan Bitcoin dari tekanan fiskal AS di tengah tingginya imbal hasil obligasi pemerintah.

Menurut laporan tersebut, imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun berada pada level tertinggi sejak 2007, sementara pasar telah memperhitungkan kemungkinan empat kenaikan suku bunga dalam 12 bulan mendatang.

Kondisi ini biasanya menekan aset berisiko karena investor memiliki alternatif investasi dengan imbal hasil lebih menarik.

Namun, Farrell justru menyebut situasi tersebut sebagai “A bull case in and of itself.” Artinya, kondisi tersebut dapat menjadi alasan tersendiri untuk memperkirakan kenaikan harga Bitcoin.

Pandangan itu didasarkan pada rasio utang pemerintah AS yang telah melampaui 120% terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan defisit fiskal sekitar 6–7% dari PDB.

Farrell juga mengutip proyeksi Congressional Budget Office (CBO) bahwa kenaikan satu poin persentase dalam rata-rata biaya bunga dapat memperbesar proyeksi defisit 30 tahun dari 9% menjadi 14% terhadap PDB.

Besarnya beban bunga tersebut dinilai dapat mendorong pemerintah mengambil kebijakan untuk menekan biaya pembiayaan utang.

Kebijakan Treasury AS Jadi Katalis Potensial
Farrell menyoroti langkah Departemen Keuangan AS yang disebut meningkatkan pembelian kembali obligasi jangka panjang melalui penerbitan surat utang jangka pendek atau Treasury bills.

Kebijakan yang diumumkan Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada 19 Agustus 2026 itu dinilai dapat membantu menjaga likuiditas pasar obligasi.

Menurut Farrell, langkah tersebut berpotensi memengaruhi kondisi moneter dan meningkatkan risiko penurunan daya beli mata uang atau monetary debasement.wwbola

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Analis Fundstrat Prediksi Bitcoin Tembus US$100.000 di Akhir 2026
  • Adu Performa Litecoin dan Bitcoin, Siapa Lebih Unggul Jelang Akhir 2026?
  • BNB Chain, Solana, Tron Unggul dalam Pendapatan Layer 1, Ethereum Kalah Telak
  • Pemerintah AS Pindahkan Bitcoin US$1 Miliar, Siap Dijual?
  • Harga Bitcoin, Ethereum, dan XRP Turun! Analis Justru Temukan Sinyal Beli

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024
  • June 2024
  • May 2024
  • April 2024
  • March 2024

Categories

  • Alt Coin
  • Hot Crypto
  • Hot News
  • Solusi Investasi
  • Uncategorized
©2026 Situs Berita Investasi Terpercaya Rekomendasi Indonesia | Design: Newspaperly WordPress Theme